tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai langkah positif dan bentuk tanggung jawab. Purbaya menegaskan, mundurnya Iman dipicu kesalahan fatal karena tidak menindaklanjuti peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Akibat situasi itu, kata Purbaya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok delapan persen. Kondisi ini berbuntut penghentian sementara perdagangan (trading halt).
“Tanggapan saya itu saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di Bursa [BEI] kemarin,” lontar Purbaya kepada awak media, di Wisma Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Purbaya menilai, apa yang terjadi saat ini adalah kesalahan fatal karena Iman sebagai pucuk pimpinan BEI tidak mengindahkan peringatan MSCI. Lembaga tersebut membekukan proses review dan rebalancing saham-saham Indonesia, karena peningkatan transparansi dan juga akuntabilitas tidak segera diwujudkan.
“Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain,” jelas Purbaya.
Bahkan, rontoknya bursa saham dianggap sebagian pihak sebagai akibat dari ketidakstabilan ekonomi Indonesia. Padahal, yang terjadi sebaliknya, fondasi ekonomi cukup kuat.
“Dianggapnya ekonominya nggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.
Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya usai IHSG anjlok delapan persen dan sempat mengalami trading halt selama dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis 28-29 Januari 2026.
Iman menyatakan, pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab atas apa belakangan terjadi di pasar. IHSG runtuh dari level tertingginya di level 9.000-an pada pertengahan Januari, menjadi di level 8.000-an pada akhir Januari.
"Saya sebagai Direktur Utama dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Press Room Gedung BEI, Jumat.
Iman berharap pengunduran dirinya dari bangku Direktur Utama akan membuat pasar lebih baik dan bertumbuh kedepannya. Ia meyakini langkah yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab.
"Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga setelah ini pasar modal kita lebih baik lagi. Saya percaya ini bentuk tanggung jawab saya, sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia, mudah-mudahan bursa kita yang hari ini membaik akan terus membaik," tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































