Menuju konten utama

Kenapa Kebijakan MSCI Berpengaruh pada IHSG di Indonesia?

Apa itu MSCI saham dan kenapa kebijakannya bisa mempengaruhi IHSG di Indonesia? Berikut penjelasan soal MSCI dan pengaruhnya pada IHSG.

Kenapa Kebijakan MSCI Berpengaruh pada IHSG di Indonesia?
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 8% pada 29 Januari 2026. Pengumuman dari MSCI disebut-sebut sebagai penyebabnya. Kenapa kebijakan MSCI memengaruhi IHSG Indonesia?

Dalam pengumuman pada 27 Januari 2026, MSCI menyampaikan bahwa status pasar modal Indonesia sedang dalam peninjauan, terutama terkait aspek aksesibilitas dan transparansi pasar.

MSCI memberi batas waktu hingga Mei 2026 bagi Indonesia untuk menunjukkan perbaikan yang signifikan. Jika perbaikan tidak tercapai, Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Kenapa Kebijakan MSCI Berpengaruh pada IHSG di Indonesia?

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 09:26:01 WIB pada Kamis (29/1/2026) setelah IHSG anjlok hingga 8%.

Adanya trading halt ini menandakan tekanan jual sangat besar dan potensi kepanikan di pasar. Disinyalir pengumuman terbaru MSCI menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Kebijakan MSCI berpengaruh pada IHSG di Indonesia karena beberapa faktor, seperti:

1. Menentukan arus dana investor global ke Indonesia

Banyak investor internasional, reksa dana global, dan ETF berinvestasi berdasarkan indeks MSCI. Jika saham Indonesia masuk dan memiliki bobot besar di indeks MSCI, maka dana asing cenderung mengalir masuk. Sebaliknya, jika bobot dikurangi atau status diturunkan, dana bisa keluar dari pasar Indonesia.

2. Mempengaruhi stabilitas pasar saham nasional

Keputusan atau pengumuman MSCI dapat langsung berdampak pada pergerakan pasar, seperti penurunan IHSG hingga 8% yang memicu trading halt. Ini menunjukkan bahwa MSCI memiliki pengaruh besar terhadap sentimen dan kepercayaan investor.

3. Menjadi tolok ukur “kelayakan investasi” suatu negara

Penilaian MSCI terkait transparansi, likuiditas, dan aksesibilitas pasar mencerminkan seberapa layak (investable) pasar modal suatu negara di mata investor global. Indonesia dinilai potensial, namun tetap harus memenuhi standar internasional.

4. Meningkatkan kepercayaan investor internasional

Pasar yang transparan, likuid, dan sesuai standar MSCI membuat investor asing merasa lebih aman. Ini penting untuk investasi jangka panjang, bukan sekadar aliran dana spekulatif jangka pendek.

5. Berpengaruh pada citra Indonesia di pasar keuangan global

Penilaian MSCI bukan hanya soal saham, namun juga reputasi sistem pasar modal Indonesia. Hasil evaluasi MSCI menjadi perhatian dunia dan dapat memengaruhi persepsi global terhadap iklim investasi Indonesia secara keseluruhan.

Respons Pemerintah terhadap Pengumuman MSCI

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra segera memberi respons terhadap pengumuman MSCI tentang pasar saham di Indonesia. Menurut Mahendra, pemerintah akan menerbitkan regulasi baru terkait free float saham yang sebelumnya 7,5% menjadi minimal sebesar 15%.

“Kami melihat bahwa lembaga itu tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global. Yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sangat potensial dan investable bagi investor internasional,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026).

Langkah ini bertujuan menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global dan memastikan saham-saham Indonesia tetap masuk dalam indeks internasional dengan tetap di status Emerging Market.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Insider
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra