tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan pernyataan tegas mengenai penentuan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk pihak swasta pada 2026.
Bahlil menyatakan bahwa perhitungan kuota hanya akan diberikan kepada badan usaha yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, untuk pihak swasta yang dianggap “nakal” dan mencoba-coba mengatur negara, ia mengaku belum melakukan penghitungan kuota impor.
"Swasta yang tertib kepada negara atau swasta yang mau mengatur negara? Kalau yang tertib kepada peraturan negara, saya sudah menghitung. Kalau yang tidak tertib, belum saya hitung," kata Bahlil di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Pernyataan ini disampaikan Bahlil menanggapi pertanyaan tentang potensi penambahan alokasi kuota impor BBM bagi pihak swasta pada tahun depan.
Pasalnya, pada 2025 pihak swasta mengalami kekurangan stok setelah kuota impor mereka yang mencapai 110 persen habis di pertengahan Agustus. Untuk menutupi kekurangan tersebut, pemerintah meminta pihak swasta membeli base fuel milik Pertamina.
Saat ditanya apakah akan ada tambahan sekitar 10 persen, Bahlil menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah terkait kuota impor BBM untuk tahun depan masih dalam tahap kajian.
“Nanti saya sampaikan. Masih diatur. Belum ada bocoran (tambahan berapa persen),” ucapnya.
Namun, ia mengingatkan pihak swasta untuk mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan negara. Ia pun mengultimatum akan menindak tegas apabila ada pihak swasta yang mencoba-coba mengatur negara.
“Gini, badan swasta yang mencoba-coba untuk mengatur dan melawan negara, tidak mentaati aturan negara, ya tunggu tanggal mainnya,” tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR sempat mengalami kelangkaan stok dan terpaksa menghentikan operasional sementara.
Kini, SPBU-SPBU tersebut kembali mendapatkan pasokan dan beroperasi normal setelah membeli BBM dari Pertamina. Pertamina pun telah menyalurkan 430 ribu barel BBM ke SPBU swasta tersebut.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































