tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai suplai minyak yang akan didapatkan Indonesia dari Rusia bisa mencukupi kebutuhan minyak mentah hingga akhir tahun. Dengan kondisi ini, ia meminta masyarakat untuk tidak merisaukan pasokan minyak nasional.
Sebaliknya, yang harus dilakukan Indonesia saat ini adalah untuk meningkatkan produksi minyak di kilang-kilang yang telah terbangun.
“Dan atas arahan Bapak Presiden itu saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, InsyaAllah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita,” kata Bahlil dalam keterangan pers, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Dengan tambahan pasokan dari Rusia ini, Ketua Umum Partai Golkar tersebut memastikan harga minyak ke depan tidak akan lebih tinggi dari harga pasar. Bahkan, ia berharap harga minyak mentah dalam negeri (Indonesia Crude Oil Price/ICP) akan berada di bawah harga pasar.
“Harga itu tetap kami akan mencari harga yang terbaik. Yang jelas kami akan mencoba untuk tidak boleh lebih daripada harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” tambahnya.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Prabowo dalam lawatan ke Moskow menjelaskan, pihaknya sudah mulai menjajaki sejumlah potensi kerja sama, mulai dari pemenuhan pasokan minyak mentah (crude oil), investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur kilang minyak pada Selasa (14/4/2026).
Lampu hijau dari Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev untuk mendapatkan tambahan suplai minyak dan gas bumi (migas) serta pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak pun telah didapatkan.
“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil.
Kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah Government to Government (G2G) maupun business-to-business (B2B). Melalui komitmen ini, ia berharap dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.
"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” tegasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






































