Menuju konten utama

Harga Minyak Kembali Turun di Tengah Harapan Upaya Damai AS-Iran

Harapan pasar semakin membesar terkait pembicaraan damai kedua negara muncul menyusul laporan bahwa Iran bisa membolehkan kapal melewati Selat Hormuz.

Harga Minyak Kembali Turun di Tengah Harapan Upaya Damai AS-Iran
Ilustrasi pengeboran minyak. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak turun pada awal perdagangan Kamis (16/4/2026), di tengah semakin besarnya harapan redanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-Iran. Harapan pasar semakin membesar terkait pembicaraan damai kedua negara muncul menyusul laporan bahwa Iran bisa membolehkan kapal melewati Selat Hormuz, sekaligus menekan kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 44 sen atau 0,5 persen, menjadi 94,49 dolar AS per barel pada pukul 00.21 GMT, sedangkan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 70 sen atau 0,8 persen, menjadi 90,59 dolar AS per barel.

Kedua harga minyak acuan tersebut mulai memasuki tren penurunan pada Rabu (15/4/2026).

Sementara itu, pada Rabu (15/4/2026), Gedung Putih menyatakan optimismenya untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang dengan Iran. Namun, di balik optimisme itu, AS juga memperingatkan akan ancaman tekanan ekonomi terhadap Iran apabila menentang kesepakatan.

Menanggapi hal tersebut, sebuah sumber dari Teheran mengatakan kepada Reuters, Iran dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal berlayar bebas melalui sisi Oman dari Selat Hormuz jika kesepakatan tercapai. Ini sekaligus sebagai upaya untuk mencegah konflik baru.

"Meskipun ada harapan untuk de-eskalasi, banyak investor tetap skeptis, mengingat pembicaraan AS-Iran telah berulang kali gagal bahkan setelah tampak membuat kemajuan," kata analis di Fujitomi Securities, Toshitaka Tazawa.

"Sampai kesepakatan damai tercapai dan hambatan pelayaran melalui Selat dipulihkan, harga WTI diperkirakan akan terus berfluktuasi antara 80 dolar AS dan 100 dolar AS," tambahnya.

Maklum, perang AS-Israel dengan Iran telah mengakibatkan gangguan terbesar yang pernah terjadi pada pasokan minyak dan gas global seiring dengan gangguan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen dari aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan untuk kembali ke Pakistan dan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada akhir pekan mendatang, setelah negosiasi berakhir tanpa perkembangan pada Minggu kemarin. Mediator, kepala tentara Pakistan, tiba di Teheran pada hari Rabu untuk mencoba mencegah terulangnya konflik.

Sementara itu, AS telah memberlakukan blokade terhadap berbagai pengiriman yang akan meninggalkan pelabuhan Iran. Hal ini dilakukan untuk sepenuhnya menghentikan keluar dan masuknya perdagangan ke Teheran.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher