tirto.id - Cara bermain kelereng menarik perhatian banyak anak di berbagai daerah. Mereka berlari, menembakkan kelereng, dan bersaing dengan teman sebaya. Keseruan ini membuat permainan tradisional tetap hidup di tengah gawai.
Permainan kelereng sebenarnya sederhana, tapi membutuhkan strategi dan ketelitian. Anak-anak belajar mengatur posisi dan menghitung arah tembakan. Setiap langkah mereka memicu konsentrasi dan refleks yang tajam.
Selain hiburan, permainan gundu membawa manfaat bagi perkembangan motorik dan sosial. Anak-anak berinteraksi, belajar bergiliran, dan menghargai kemenangan maupun kekalahan. Aktivitas ini juga menumbuhkan kreativitas dalam membuat permainan baru dari aturan lama.
Sejarah Permainan Kelereng
Kelereng merupakan salah satu permainan tradisional yang dapat dijadikan sebagai media permainan rekreatif, edukatif, dan kompetitif.
Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak dengan jumlah dua orang atau lebih. Permainan kelereng sudah dikenal sejak Zaman Mesir Kuno, sekitar tahun 3000 SM di Nagada.
Beberapa tahun setelahnya permainan ini mulai dikenal hingga ke Yunani, Romawi, Amerika Serikat, bahkan menyebar ke Indonesia. Bentuk kelereng pada masa itu masih dibuat dari batu atau tanah liat.
Hingga kini, permainan kelereng masih masuk ke dalam jajaran permainan tradisional yang masih eksis. Kelereng memiliki bentuk bulat yang terbuat dari kaca, baja, atau plastik.
Di Indonesia, permainan ini dikenal luas dengan berbagai nama seperti “gundu”, “neker”, atau “kaleci”. Dahulu, anak-anak biasa bermain di tanah lapang sambil saling adu ketepatan menembak kelereng lawan. Permainan sederhana ini menjadi bagian dari masa kecil generasi sebelum era digital.
Kelereng memiliki motif, warna dan ukuran yang beragam dari yang kecil hingga yang besar namun secara umumnya berdiameter ½ inci atau 1,25 cm dari ujung ke ujung.
Cara Bermain Kelereng
Aturan bermain kelereng dimulai dengan membuat lingkaran di tanah. Pemain bergiliran mencoba menyingkirkan kelereng lawan. Yang berhasil mengumpulkan kelereng terbanyak, dialah pemenangnya. Dilansir laman Happy Play dan The Genius of Play, berikut cara main gundu secara lengkap:
1. Hal yang Dibutuhkan
- Tali sepanjang 6 kaki
- Kelereng
- Satu kelereng untuk setiap pemain
- Pemain minimal 2 orang
2. Cara Bermain
- Siapkan kelereng yang dimiliki
- Ajak dan kumpulkan teman yang ingin bermain kelereng, minimal dua pemain jika ingin bermain secara individu, dan jika ingin bermain secara tim lakukanlah permainan lebih dari dua pemain.
- Pemain harus membuat lubang di tanah minimal sebesar kelereng, yang telah disepakati oleh para pemain lainnya.
- Berikan sebagian kelereng kamu untuk bertaruh saat bermain.
- Permainan dimulai Ketika melemparkan kelereng masing-masing ke arah mendekati lubang yang telah dibuat sebelumnya.
- Pemain yang berhasil membidik kelereng ke dalam lubang berkesempatan untuk menyerang lawannya. Kelereng lawan dikatakan mati ketika lawan terkena serangan tersebut.
- setiap pemain diperbolehkan menembak kelereng kemana saja untuk dapat mematikan kelereng pemain lain.
- permainan berakhir Ketika semua kelereng telah mati dan tersisa satu kelereng yang hidup, atau kelereng salah satu kelompok yang hidup.
Manfaat Permainan Kelereng
Permainan kelereng adalah salah satu jenis permainan tradisional yang dapat dijadikan sebagai media dalam melatih kemampuan-kemampuan pada diri anak.
Dikutip dari Jurnal Unimed, berikut beberapa manfaat dari permainan kelereng:
- Dapat melatih kemampuan motorik halus anak.
- Meningkatkan konsentrasi anak dalam bermain.
- Mengembangkan bahasa anak.
- Dapat menjalin komunikasi dengan teman sebayanya, kerja sama dalam tim serta dapat menyelesaikan masalah pada saat bermain dan sebagainya. Interaksi sosial anak dengan teman-teman yang lain pun sangat baik.
Makna Permainan Kelereng
Permainan kelereng mengajarkan anak-anak bersaing secara sehat dan menghargai lawan. Aktivitas ini menuntut ketangkasan, fokus, dan strategi sederhana. Interaksi langsung antar pemain menumbuhkan kebersamaan dan sportivitas.
Selain sosial, kelereng memiliki nilai edukatif yang tinggi. Anak-anak belajar menghitung jarak, mengatur sudut, dan merencanakan langkah. Keterampilan motorik dan logika mereka terasah melalui permainan ini.
Pelestarian permainan tradisional ini dilakukan lewat festival dan komunitas lokal. Generasi muda dikenalkan kembali dengan budaya dan nilai tradisi. Kelereng tetap hidup sebagai bagian penting dari warisan Indonesia.
Pembaca yang ingin mengetahui permaianan tradisional dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id




































