Menuju konten utama

Apakah yang Terjadi Apabila Seseorang Tertular Virus HIV/AIDS?

Apakah yang terjadi apabila seseorang tertular virus HIV/AIDS? Berikut akan dijelaskan secara singkat dan rinci pada artikel di bawah ini.

Apakah yang Terjadi Apabila Seseorang Tertular Virus HIV/AIDS?
Apakah yang Terjadi Apabila Seseorang Tertular Virus HIV/AIDS?/Seorang wanita pria (waria) menunjukkan tulisan "#saya berani" usai melakukan Voluntary Conseling and Testing (VCT) di Limboto, Gorontalo, Rabu (30/11) malam. Belasan warga melakukan VCT yang merupakan proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat rahasia dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/foc/16.

tirto.id - HIV-AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh pasien dan umumnya penularan HIV terjadi karena kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

Lalu apakah yang terjadi apabila seseorang tertular virus HIV-AIDS dan apa yang terjadi jika penderita HIV tidak diobati? Simak terus artikel di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Penyakit HIV-AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus HIV menginfeksi tubuh dengan cara menyerang sel darah putih atau biasa disebut sel CD4.

Sel darah putih sendiri merupakan sel yang berfungsi membangun kekebalan tubuh. Sel tersebut bekerja untuk melindungi tubuh manusia dari serangan bakteri dan kuman penyakit.

Virus HIV-AIDS dalam darah tidak hanya menyerang sel CD4, tetapi juga menghancurkan sel tersebut. Apabila sel darah putih diserang oleh HIV, maka sistem kekebalan tubuh manusia menjadi terganggu.

HIV dapat berkembang menjadi AIDS, apabila penderita HIV tidak segera diobati. AIDS sendiri adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang karena HIV.

Tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai tahapan AIDS di antaranya berat badan menurun drastis dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Saat fase AIDS, sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah, akibatnya penderita AIDS akan sangat rentan terkena infeksi dan jenis kanker tertentu.

Cara Penularan HIV-AIDS

Virus HIV umumnya terdapat pada cairan tubuh manusia. Seperti disebutkan di atas, virus HIV menyerang sel darah apa, jawaban utamanya adalah sel darah putih, namun sel lainnya seperti darah, sperma, dan cairan vagina juga terbukti mampu menularkan HIV dari orang ke orang.

Jumlah sangat kecil virus HIV juga ditemukan dalam air mata, air liur, cairan otak hingga keringat. Meski begitu belum ada penelitian terbaru bahwa HIV dapat ditularkan melalui-cairan tersebut.

Dilansir laman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DISPERKIMTA), berikut ini beberapa cara penularan HIV-AIDS.

  1. Hubungan seksual dengan penderita HIV. Virus HIV akan sangat mudah menular ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV.
  2. Berbagi alat suntik bersama seperti akupunktur, tindik, dan tato yang tercemar oleh HIV. Selain itu, terdapat banyak kasus di mana penularan HIV melalui jarum suntik yang digunakan bersama-sama oleh pecandu narkoba yang salah satu di antaranya pengidap HIV.
  3. Transfusi darah dari pendonor yang mengidap HIV kepada penerima donor. Virus HIV dapat menyebar melalui donor darah penderita ke orang yang sehat. Oleh karena itu, penderita HIV dilarang untuk menyumbangkan darahnya pada orang lain.
  4. Ibu hamil yang mengidap HIV menularkan virus kepada bayinya lewat plasenta saat kehamilan atau saat melahirkan ketika bayi menelan cairan di jalan lahir. Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya tidak memberikan asupan ASI kepada anaknya.

Apa yang Terjadi Jika Tertular Virus HIV-AIDS?

Saat tubuh terinfeksi virus HIV, terdapat beberapa tahapan perjalanan virus HIV dalam tubuh. Dilansir laman Kementerian Kesehatan, berikut ini fase-fase perjalanan HIV dalam menyerang kekebalan tubuh penderitanya:

Fase I (Periode Jendela):

  • Meski sudah terinfeksi HIV, saat tes darah belum ditemukan antibodi anti-HIV.
  • Fase ini, seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkan pada orang lain (sangat infeksius), ditandai dengan viral load HIV sangat tinggi dan limfosit T CD4 menurun tajam.
  • Fase ini biasanya berlangsung sekitar dua minggu sampai tiga bulan sejak infeksi awal.

Fase II (Masa Laten):

  • Orang yang terinfeksi HIV, saat fase II bisa bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala (asimtomatik).
  • Tingkat viral load menurun dan relatif stabil, namun CD4 berangsur-angsur menurun.
  • Meski gejala penyakit belum timbul, tes darah antibodi terhadap HIV menunjukkan hasil reaktif.
  • Pada fase ini, penderita HIV tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.
  • Masa tanpa gejala rata-rata berlangsung selama 2-3 tahun, sedangkan masa dengan gejala ringan bisa berlangsung hingga 5-8 tahun.

Fase III (Masa AIDS):

  • Fase puncak infeksi HIV, kekebalan tubuh telah menurun drastis, nilai viral load semakin tinggi, dan CD4 sangat rendah sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai infeksi oportunistik.
  • Penyakit-penyakit turunan atau komplikasi terjadi, seperti Tuberkulosis (TBC), herpes zoster (HZV), oral hairy cell leukoplakia (OHL), kandidiasis oral, Pneumocystis jirovecii pneumonia (PCP), infeksi cytomegalovirus (CMV), papular pruritic eruption (PPE) dan Mycobacterium avium complex (MAC).

Cara Mencegah Penularan HIV-AIDS

HIV termasuk sebagai penyakit menular seksual (PMS), karena sebagian besar kasus ditularkan melalui hubungan seksual. Ada beberapa Tindakan yang dapat mencegah penyebaran virus HIV, di antaranya:

  • Tidak bergonta ganti pasangan dan mengenakan kondom saat berhubungan.
  • Memastikan produk transfusi darah steril dan terbebas virus HIV.
  • Tidak mengonsumsi narkoba dan berganti-ganti jarum suntik.
  • Selalu pastikan penggunaan alat-alat yang dapat melukai kulit seperti jarum tato, jarum tindik, alat cukur, dan sebagainya selalu steril.
  • Melakukan tes kesehatan lengkap, termasuk tes HIV sebelum menikah.
  • Bagi penderita HIV yang hamil wajib minum obat antiretroviral (ARV) secara rutin untuk menurunkan risiko penularan virus kepada janin.

Baca juga artikel terkait VIRUS HIV atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Dhita Koesno