Apa Itu Investasi Jangka Pendek, Contoh, dan Keuntungannya?

Kontributor: Lucia Dianawuri, tirto.id - 24 Nov 2022 14:30 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Investasi jangka pendek adalah investasi sifatnya sementara yang umumnya dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.
tirto.id - Investasi jangka pendek merupakan salah satu pilihan investasi yang banyak dilakukan para investor karena memiliki keuntungan tersendiri.

Sesuai dengan sebutannya, investasi ini menawarkan return dalam waktu yang relatif singkat dibanding investasi jangka panjang.

Imvestasi sudah dikenal sebagai salah satu cara menciptakan ‘jaring pengaman’ ekonomi di tengah kondisi perekonomian dunia yang kurang stabil.

Selain itu, investasi juga merupakan alternatif menarik untuk menciptakan financial freedom alias kebebasan finansial.

Dengan financial freedom, kita bisa punya ruang lebih lega untuk memenuhi kebutuhan utama, termasuk kebutuhan sekunder dan tersier yang perlu untuk meningkatkan kesejahteraan jiwa dan raga.


Pengertian Investasi


Abdul Halim dalam Analisis Investasi (2005) mengungkapkan bahwa investasi adalah penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa datang.

Seiring waktu berjalan, investasi makin beragam jenisnya, dengan beragam keuntungan masing-masing.

Investasi tidak hanya dilakukan dalam ranah perdagangan di pasar uang atau surat-surat berharga saja. Kegiatan membeli tanah atau membeli perhiasan emas juga termasuk sebagai investasi.

Secara umum, investasi dibedakan menjadi investasi pada aset-aset riil, seperti pembelian aset produktif, pendirian pabrik, pembukaan perkebunan dan banyak lainya. Lalu ada investasi pada aset-aset finansial yang dilakukan di pasar uang, seperti deposito, surat-surat berharga, saham, obligasi, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui bahwa jika ingin melakukan investasi, investor harus melakukannya dengan “dana lebih” bukan dana yang diperlukan untuk keperluan sehari-hari.

Disamping itu, tujuan kita berinvestasi juga harus jelas. Investor harus membuat skala prioritas, mana dan apa saja yang paling penting. Selain itu, investor juga haru mempertimbangkan toleransi terhadap risiko serta jangka waktu investasi.


Contoh Investasi Jangka Pendek


Dikutip dari Smart Asset, investasi jangka pendek adalah investasi sifatnya sementara yang umumnya dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.

Rata-rata waktu yang ditetapkan dalam investasi semacam ini berkisar antara 1 hingga 12 bulan.

Secara umum, kalau kita melakukan investasi jangka pendek, maka kita akan memiliki investasi kita tidak lebih dari beberapa bulan dalam satu waktu, bahkan bisa hanya beberapa minggu saja.

Seperti yang pernah diwartakan oleh Tirto sebelumnya, berikut ini beberapa aset yang sering dimanfaatkan sebagai instrumen investasi jangka pendek:

1. Reksadana


Reksadana adalah produk investasi dalam bentuk kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk dikonversikan ke dalam berbagai jenis produk, seperti saham, obligasi, serta berbagai produk keuangan dan investasi lainnya.

Dalam reksadana, pengelolaan sumber dana akan dilakukan oleh manajer investasi yang bertugas mengelola kegiatan investasi kita.

2. Deposito


Deposito ini intinya seperti tabungan. Namun, penarikan dana hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Kita bisa memperoleh nilai investasi dari bunga bank pada tiap bulannya. Biasanya bunga bank itu mencapai 4-6 persen tiap tahunnya.

3. Obligasi


Obligasi adalah surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan atau badan perusahaan perorangan.

Ketika kita membeli obligasi, kita akan mendapatkan bunga yang akan berkembang dalam jangka waktu tertentu. Jatuh tempo obligasi ini umumnya mulai dari 1 tahun hingga 10 tahun.

4. Saham


Dengan membeli saham artinya investor membeli kepemilkian suatu perusahaan. Kalau performa dan keuntungan saham perusahaan meningkat, maka kita akan mendapatkan pembagian laga berdasar saham yang dimiliki. Namun, kalau performa perusahan menurun maka ini bisa berlaku sebaliknya.

5. Forex Trading


Investasi dengan Forex Trading artinya melakukan perdagangan mata uang asing. Kalau mata uang yang kita miliki nilainya naik, maka inilah saatnya kita menjual mata uang itu. Namun, karena pergerakan mata uang amat fluktuatif, kita harus selalu up to date dan siap dengan risiko yang juga tinggi.


Keutungan Investasi Jangka Pendek


Kalau kita masuk dan bermain dalam investasi jangka pendek, maka kita akan mendapatkan sejumlah keuntungan seperti di antaranya adalah:

1. Keuntungan cenderung lebih cepat


Keuntungan untuk investasi jangka pendek tentunya lebih cepat diperoleh dibanding investasi jangka panjang. Dikutip dari Investopedia, investasi jangka pendek umumnya akan memberikan profit dalam waktu 1 hingga 12 bulan.

Keuntungan atau return yang relatif cepat dapat mempermudah investor untuk mengalokasikan dana ke instrumen investasi lainnya, baik untuk aset jangka panjang maupun jangka pendek lainnya.

2. Lebih fleksibel


Investasi jangka pendek akan mebuat kita lebih mudah mencairkan aset investasi menjadi uang tunai. Artinya, kita bisa mengambil keuntungan, maupun sebagian dari modal yang ditanamkan ke dalam instrumen investasi jangka pendek, untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak.

3. Bisa menjadi tabungan untuk dana darurat


Dengan menyimpan dana darurat dalam instrumen investasi jangka pendek, maka kita bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai investasi, berdasarkan dana khusus yang telah kita alokasikan tiap bulannya.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Lucia Dianawuri
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Yonada Nancy

DarkLight