Mengenal Investasi Obligasi, Jenis, Manfaat, & Risikonya

Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar, tirto.id - 15 Nov 2022 15:10 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Sebagai salah satu instrumen investasi, setiap jenis obligasi tentu memiliki manfaat dan risikonya masing-masing.
tirto.id - Obligasi merupakan salah satu surat berharga yang banyak dipilih investor untuk berinvestasi. Sebagai salah satu instrumen investasi, setiap jenis obligasi tentu memiliki manfaat dan risikonya masing-masing.

Investasi sendiri merupakan langkah perencanaan keuangan yang imbal hasilnya diperoleh dalam hitungan tahun. Berdasarkan jangka waktunya, investasi terbagi menjadi dua, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Investasi jangka pendek merupakan jenis investasi yang hasilnya dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan. Investasi ini memiliki return yang relatif lebih rendah.

Sementara investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang baru bisa dilihat hasilnya dalam waktu bertahun-tahun. Kebalikan dari investasi jangka pendek, investasi ini memiliki return yang relatif lebih besar meskipun membutuhkan waktu yang sangat lama.

Selain obligasi, di Indonesia terdapat sekitar tujuh macam instrumen investasi yang populer. Ketujuh instrumen investasi tersebut antara lain adalah reksa dana, saham, emas, deposito berjangka, properti, asuransi, dan peer to peer lending.


Pengertian Obligasi dan Jenis-Jenisnya


Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), obligasi merupakan surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjual-belikan.

Surat utang tersebut berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu. Pelunasan pokok utang akan dilakukan pada akhir waktu yang telah ditentukan kepada pembeli obligasi tersebut.

Obligasi bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang stabil dengan risiko yang relatif stabil jika dibandingkan dengan saham.

Obligasi dapat ditransaksikan dan dilaporkan perdagangannya melalui Bursa Efek Indonesia. Saat ini dikenal tiga jenis obligasi di dalam negeri, yaitu:

1. Obligasi pemerintah


Obilgasi ini berbentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Obligasi ini diterbitkan dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), kupon variable (seri VR- Variable Rate), dan obligasi dengan prinsip syariah atau Sukuk Negara.

2. Obligasi korporasi


Obligasi korporasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi Indonesia baik itu BUMN maupun swasta. Obligasi ini juga diterbitkan dengan kupon tetap, kupon variabel, dan prinsip syariah.

3. Obligasi ritel


Obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah yang kemudian dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk resmi oleh pemerintah, biasanya terdapat beberapa jenis yaitu ORI atau sukuk ritel.


Manfaat Investasi Obligasi


Menurut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, obligasi adalah instrumen investasi yang paling aman. Ini menjadi salah satu keuntungan berinvestasi melalui obligasi.

Selain merupakan instrumen investasi yang aman, ada beberapa manfaat lain dari obligasi yang bisa dipertimbangkan oleh calon investor, yaitu:


1. Potensi untung besar dari kupon


Investor obligasi memiliki potensi memperoleh keuntungan lebih dari kupon.

Pada jangka waktu tertentu investor dapat memperoleh kupon yang bernilai lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat bunga deposito berjangka pada umumnya.

2. Diversifikasi portfolio


Mengutip Investopedia, portofolio yang aman adalah portofolio yang terdiversifikasi. Diversifikasi aset dalam portofolio investasi diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian dengan cara memilih jenis instrumen investasi yang berbeda.

Obligasi bisa menjadi salah satu instrumen aman yang bisa dipilih untuk mengurangi risiko kerugian tersebut, khususnya bagi para investor yang berinvestasi pada aset berisiko seperti saham.

3. Potensi capital gain


Investor berpotensi meraih keuntungan pokok (capital gain) atas kenaikan harga obligasi di pasar sekunder dengan memperhitungkan biaya transaksi dan perpajakan yang berlaku.


Risiko Investasi Obligasi


Selain manfaat, tentu terdapat risiko dalam segala jenis investasi termasuk obligasi. Berikut adalah risiko-risiko yang terdapat dalam obligasi.

1. Risiko kredit


Risiko ini terjadi di mana penerbit mengalami kebangkrutan atau pailit sehingga penerbit gagal untuk membayar kupon atau nilai pokok investasi.

2. Risiko pasar


Risiko ini adalah sebuah kerugian pokok yang disebabkan oleh fluktuasi harga obligasi yang disebabkan oleh kondisi pasar dan ekonomi yang berdampak pada penurunan harga Obligasi di pasar sekunder.

3. Risiko likuiditas


Risiko ini terjadi di mana investor tidak dapat melakukan pembelian atau penjualan atas obligasi seri tertentu dikarenakan tidak ada penawaran di pasar obligasi.

Masih menurut OJK, investor sebaiknya memilih obligasi dengan peringkat tertinggi untuk menghindari risiko-risiko kerugian. Peringkat ini menunjukkan tingkat risiko kegagalan dalam membayar bunga atau pokok.

Peringkat AAA memiliki risiko paling rendah, lalu disusul oleh peringkat AA, A, BBB, dan seterusnya hingga ke peringkat D yang menandakan bahwa obligasi tersebut gagal atau tidak bisa membayar.


Baca juga artikel terkait OBLIGASI atau tulisan menarik lainnya Muhammad Iqbal Iskandar
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Muhammad Iqbal Iskandar
Penulis: Muhammad Iqbal Iskandar
Editor: Yonada Nancy

DarkLight