Jenis Investasi Online untuk Pemula, dari Reksadana hingga Saham

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 8 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Investasi online bisa dilakukan dengan mudah dan murah, mulai dari modal Rp10 ribu.
tirto.id - Dengan kemudahan dan sistem yang praktis, telah memungkinkan siapa pun bisa berinvestasi sekarang ini. Terlebih kini kita sudah bisa melakukan investasi online untuk membeli dan menjual berbagai instrumen investasi. Kapan saja dan di mana saja bisa dilakukan tanpa mesti bertatap muka.

Investasi online membuat proses transaksi berjalan lebih efisien. Di samping itu, investasi online banyak yang bisa dilakukan dengan dana terbatas dengan tetap memberikan kemudahan memonitor nilai investasi, memantau portofolio investasi secara realtime sampai berinvestasi di luar negeri.

Khusus buat pemula, ada berbagai jenis instrumen investasi yang dapat dipilih. Sembari terus belajar untuk mendapatkan timbal balik hasil lebih besar dari produk investasinya, berikut ragam instrumennya:

1. Peer to Peer Lending (P2P)

Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, instrumen P2P adalah investasi online dengan mempertemukan investor dengan borrower. Borrower adalah pihak yang memerlukan dana pinjaman. Penyelenggara pertemuan ini adalah platform P2P yang dilakukan secara online. Penyelenggaran P2P akan memilih calon peminjam yang sesuai.

2. Reksadana

Dalam instrumen ini, dana akan ditempatkan di Reksadana. Ada Manajer Investasi yang kemudian mengelola dana investasi yang masuk. Dana yang bisa dipakai berinvestasi di Reksadana sangat murah, mulai Rp10 ribu. Instrumen termasuk paling rendah minimal investasinya ketimbang yang lainnya.

3. Saham

Saham terbilang sangat populer dibanding instrumen investasi lainnya. Kalau lagi mujur, keuntungan yang didapat dari investasi ini bisa sangat besar. Dilansir dari CIMB Niaga, saham diterbitkan dan dijual suatu perusahaan untuk mendanai aktivitas perusahaan.

Investor yang membeli saham berpeluang mendapat keuntungan dari dividen dan capital gain. Namun risiko bermain saham juga ada dengan adanya capital loss dan risiko likuiditas.

Pergerakan harga saham diukur dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Jika indeks harga saham naik, maka rata-rata harga saham di pasar saham juga ikut naik. Sebaliknya, jika IHSG turun, maka harga saham rata-rata turun.

Jual beli saham sudah bisa dilakukan secara online. Menariknya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengizinkan pembukaan rekening untuk bertransaksi saham secara online.

Hal ini sudah pasti mengefisienkan pembukaan rekening. Di samping itu, inklusi jasa keuangan akan meningkat, terutama di pasar modal.

4. Deposito

Deposito mungkin langkah aman untuk berinvestasi. Risiko kerugian cukup kecil. Deposito adalah tabungan berjangka yang hanya bisa diambil danannya setelah melalui jangka waktu tertentu. Investasi ini dikeluarkan oleh bank dengan nilai persentase bunga lebih tinggi dari tabungan, berkisar 5-6 persen per tahun.

5. Emas

Emas termasuk instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang. Selain itu nilainya terjaga dari inflasi dan gampang dijual. Saat ini mulai banyak layanan tabungan emas untuk investasi ini. Pegadaian, Perbankan, hingga platform khusus tabung emas sudah tersedia dengan pilihan nominal menabung yang terjangkau.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight