Tips Berinvestasi Dana Kecil, dari Tabungan Receh hingga Reksadana

Oleh: Fadila Armadita - 4 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Berinvestasi tidak harus dimulai dengan dana yang besar, namun dengan menyisihkan uang receh atau reksadana.
tirto.id - Tidak sedikit orang yang mengira berinvestasi membutuhkan dana yang besar. Padahal, bisa juga dimulai dari dana kecil.

Anda bisa berinvestasi mulai dari Rp10.000 setiap bulan, misalnya saja tabungan emas di pegadaian.

Selain itu, dengan membuka rekening saham hanya dengan nominal awal sebesar Rp100.000 saja, setara dengan uang makan selama tiga sampai empat hari.

Salah satu cara agar bisa berinvestasi ada konsisten dan melakukan kebiasaan baik, seperti menyisihkan uang setiap bulan secara teratur.

Investasi bisa dimulai kapan saja, bahkan buat para mahasiswa atau karyawan baru yang masih bergaji kecil. Semakin cepat investasi dimulai akan semakin kuat kondisi keuangan.

Kunci membangun kekayaan adalah mengembangkan kebiasaan baik, dengan menyisihkan uang secara teratur setiap hari, minggu, dan bulan.

Besar atau kecil investasi, tentunya tidak dapat dilihat dalam jangka waktu satu atau dua bulan saja namun jangka panjang.

Berikut ini cara sederhana berinvestasi yang bisa dimulai dari sekarang, seperti yang dilansir dari Moneyunder30.com, Senin (4/3/2019).

1.Menabung Uang Receh

Jangan sepelekan uang receh. Kebiasaan menabung, bisa dimulai dari uang receh. Sediakan satu toples kosong dan masukan uang receh nominal Rp500 atau Rp1.000 ke dalam toples tersebut.

Selain itu metode lain yang bisa dicoba adalah dengan berkomitmen menabung dengan nominal tertentu setiap bulan.

Ini bisa dimulai dengan nominal Rp5.000 per hari. Setelah satu bulan, bisa disetorkan ke tabungan emas pegadaian atau tabungan khusus investasi di bank.

Setelah konsisten dalam beberapa bulan, cobalah menambah nominal menjadi Rp7.000, Rp10.000, dan selanjutnya.

2. Buka Tabungan Rencana atau Berjangka

Ini adalah salah satu trik jitu, untuk mereka yang sulit menabung. Tabungan rencana atau tabungan berjangka adalah salah satu program yang ada hampir di setiap bank.

Saldo rekening akan dipotong otomatis setiap bulan, sesuai nominal yang disepakati dan dalam jangka waktu tertentu.

Misalnya saldo tabungan akan dipotong otomatis atau auto debit Rp100.000 per bulan selama satu tahun.

Setelah satu tahun tabungan tersebut bisa dialihkan menjadi investasi lainnya seperti emas atau saham. Tujuan investasi bisa untuk persiapan menikah, tabungan pendidikan anak, dan lain-lain.

3. Persiapkan Dana Pensiun

Meski masih awal bekerja, tidak ada salahnya mulai mempersiapkan dana pensiun. Apalagi bagi mereka yang bekerja di sektor swasta.

Caranya mudah, berkomitmenlah untuk menyisihkan 1-5 persen dari gaji untuk dana pensiun.

Nominalnya bisa disesuaikan, jika ada kenaikan gaji, maka persentase dana pensiun juga ditambah.

Simpanlah dana pensiun tersebut ke rekening khusus investasi, baik rekening saham atau rekening tabungan emas. Bisa juga disimpan di rekening khusus yang nantinya bisa dialihkan ke rekening investasi.

4. Memulai Investasi Reksadana

Salah satu investasi yang paling mudah adalah reksadana, yaitu salah satu instrumen investasi yang menggabungkan antara saham dan obligasi.

Tak perlu repot-repot memikirkan keuntungan atau cara kerja karena ada manajer investasi yang akan menjalankan dana yang Anda titipkan.

5. Pilih Investasi yang Aman

Apabila ingin menjalankan investasi sendiri, pilihlah investasi yang aman dan terpercaya seperti emas dan saham, serta yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jika ingin memulai investasi saham, bisa memilih perusahaan sekuritas yang membuka rekening investasi dari Rp100.000.


Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan menarik lainnya Fadila Armadita
(tirto.id - Ekonomi)

Penulis: Fadila Armadita
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight