Menuju konten utama

Apa Itu Ditjen Pesantren yang Direstui Prabowo? Cek Infonya

Pemerintah tengah mempersiapkan peresmian Ditjen Pesantren. Pembentukan ini dapat dikatakan sebagai hadiah untuk peringatan Hari Santri 22 Oktober 2025.

Apa Itu Ditjen Pesantren yang Direstui Prabowo? Cek Infonya
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama terkait infrastruktur pesantren yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kiri), Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kanan), dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) di Jakarta, Selasa (14/10/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah tengah mempersiapkan peresmian Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menandatangani pengesahan dalam waktu dekat. Pembentukan ini sebagai hadiah peringatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober.

Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, seluruh persyaratan administratif telah diselesaikan. Kementerian Agama sebelumnya telah mengajukan formatur kepegawaian ke Kementerian PAN-RB. Prosesnya melibatkan beberapa revisi hingga akhirnya dinyatakan tuntas.

Setelah disetujui, dokumen diteruskan ke Kementerian Sekretariat Negara untuk proses finalisasi di tingkat presiden. Saat ini, keputusan berada di tangan Presiden Prabowo. Peresmian lembaga ini disebut sebagai bentuk perhatian negara terhadap ekosistem pesantren.

Dengan status direktorat jenderal, pengelolaan pesantren akan lebih terstruktur dan terfasilitasi. Sebelumnya, urusan ini hanya ditangani oleh direktorat setingkat eselon II.

Apa Saja Tugas Ditjen Pesantren?

Pembentukan Ditjen Pesantren resmi diperintahkan Presiden melalui surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025. Surat tersebut diteken oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, atas nama Presiden. Dasarnya adalah izin prakarsa penyusunan perubahan Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama.

Melansir dari laman Kemenag, Ditjen Pesantren akan menjalankan tugas konsolidasi pondok pesantren di seluruh Indonesia. Banyak pesantren selama ini belum masuk dalam sistem pendataan nasional.

“Ditjen ini nantinya akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional,” ujar Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Selain itu, Ditjen bertugas memperluas jangkauan program pemerintah ke pesantren-pesantren yang belum tersentuh. Melalui lembaga ini, pengelolaan bantuan dan pembinaan diharapkan lebih merata. Perangkat kerja yang lebih luas akan mendukung langkah tersebut.

Ditjen Pesantren juga akan memastikan pesantren menjalankan peran strategis sesuai arahan pemerintah. Fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat akan terus dipantau.

“Kita ingin memastikan semua pesantren benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik,” tegasnya.

Di sisi lain, kehadiran Ditjen Pesantren diharapkan memperkuat kontribusi pesantren dalam menjaga kerukunan umat. Pemerintah menilai pesantren berperan penting dalam membina nilai kebangsaan dan toleransi. Koordinasi yang lebih terstruktur akan memperkuat posisi tersebut.

Pembinaan terhadap santri juga masuk dalam prioritas kerja Ditjen Pesantren. Fokusnya mencakup penguatan karakter, kemampuan intelektual, dan akhlak santri. Program akan dirancang agar santri mampu bersaing di berbagai bidang.

Dalam bidang administratif, Ditjen bertugas mengintensifkan sistem sertifikasi dan pendataan pesantren.

"Ke depan akan lebih diintensifkan agar data pesantren semakin valid dan pelaksanaannya lebih tertib,” tambah Menag.

Ditjen Pesantren Berkedudukan di Mana?

Menurut Menag Nasaruddin, lokasi kerja Ditjen Pesantren sudah ditentukan. Kantor barunya akan menempati gedung yang sebelumnya digunakan oleh Direktorat Jenderal Haji dan Umrah. Pemindahan dilakukan karena Dirjen Haji telah berpindah ke lokasi lain.

Gedung tersebut berada di lingkungan pusat perkantoran Kementerian Agama di Jakarta. Penempatan ini dinilai memudahkan koordinasi antar unit kerja di internal Kemenag. Dengan begitu, integrasi program pesantren bisa berjalan lebih efisien.

“Ini mungkin nanti akan mengganti Dirjen Haji yang sudah pindah ke tempat lain,” jelas Umar.

Ia menambahkan, penempatan tersebut bersifat strategis dan siap digunakan. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan teknis menjelang peresmian Ditjen.

Pembaca yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar Pesantren dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan Artikel tentang Pesantren

Baca juga artikel terkait PESANTREN atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif