tirto.id - Chromebook menjadi pembicaraan populer saat ini setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan staf khusus (stafsus) Nadiem Makarim saat masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek). Sebenarnya apa itu Chromebook?
Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan penggeledahan di kediaman eks stafsus Nadiem Makarim, Ibrahim Arief, Jurist Tan, dan Fiona Handayani pada 21 dan 23 Mei kemarin. Kejagung mencurigai adanya dugaan tindak korupsi dalam kasus pengadaan Chromebook yang dilakukan pada saat Nadiem menjabat yakni pada periode 2019-2022.
Nadiem menampik jika proses pengadaan Chromebook ini mandeg. Ia menyebut jika saat ia masih menjabat, pendistribusian Chromebook dan lainnya telah mencapai 97 %.
“Informasi yang saya dapat pada saat itu di tahun 2023 adalah 97% daripada laptop yang diberikan pada 77 ribu sekolah tersebut, itu (sekolah) aktif, diterima dan teregistrasi. Dan kita melakukan sensus secara berkala,” terang mantan bos Gojek itu dikutip Antara (10/6).
"Jadi dari informasi yang saya dapatkan, penggunaan dan manfaat daripada Chromebook ini dirasakan di sekolah-sekolah dan digunakan untuk berbagai proses pembelajaran," terangnya lagi.
Tidak banyak yang tahu sebenarnya apa itu Chromebook? Dan apa bedanya dengan laptop biasa?
Apa Itu Chromebook?
Chromebook adalah sebutan untuk laptop yang telah terinstall operating system (OS) ChromeOS. ChromeOS ini adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh Google. Pada awal peluncuran Chromebook di tahun 2011, Google bekerja sama dengan dua produsen laptop yakni Acer dan Samsung.
Apa yang membuat Chromebook lebih unggul dibandingkan laptop dengan sistem operasi Windows dan MacOS? Sebenarnya Chromebook lebih unggul dari jenis laptop dengan OS lain jika dilihat dari segi penggunaan. Jika digunakan oleh kalangan pelajar dan pengajar, Chromebook dirasa lebih pas dan sesuai.
Dengan spek yang ringan, Chromebook bekerja lebih cepat dibanding laptop dengan OS lainnya. Chromebook juga dilengkapi dengan aplikasi penunjang seperti Google Workspace, dan juga didesain untuk menyimpan semua data secara online. Sehingga memudahkan siswa ataupun guru pengajar untuk mengakses data kapanpun dimanapun tanpa takut data itu akan hilang atau corrupt.
Harga Chromebook pun juga dianggap lebih masuk akal karena berkisar Rp5 jutaan saja. Sedangkan untuk laptop dengan sistem operasi Windows maupun MacOS, pembeli diharuskan merogoh kocek lebih dalam.
Meskipun menawarkan segudang keunggulan, Chromebook tetap mempunyai kekurangan. Karena semua data disimpan online, maka penggunanya diharuskan untuk selalu terkoneksi dengan jaringan internet untuk dapat mengakses datanya. Selain itu, Chromebook juga tidak didesain untuk mereka yang membutuhkan laptop untuk bekerja dengan aplikasi berat seperti coding, desain, ataupun bermain game.
Jenis Chromebook yang saat ini tersedia di pasaran seperti ASUS Chromebook CX1 CX1102CKA-N00045, ACER Chromebook 511 Touch Screen | C737T-C6AY, DELL Chromebook 3120, HP Chromebook Plus x360, dan masih banyak lagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































