Menuju konten utama

Alasan Pemerintah Setop Impor Solar Tahun Ini: Produksi Melimpah

Pada 2025 produksi solar dalam negeri mencapai sekitar 19 juta kilo liter. Sementara, impor solar masih dilakukan untuk lebih dari empat juta kilo liter.

Alasan Pemerintah Setop Impor Solar Tahun Ini: Produksi Melimpah
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi di salah satu SPBU di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (27/8/2022). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman berujar, pemerintah pusat bakal menghentikan impor solar pada 2026. Pengentian impor dilakukan karena produksi solar diproyeksikan surplus pada tahun ini.

Menurut dia, kebijakan di sektor migas saat ini diarahkan untuk memastikan produk BBM termasuk solar dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Pada 2025 produksi solar dalam negeri mencapai sekitar 19 juta kilo liter. Sementara, impor solar masih dilakukan untuk lebih dari empat juta kilo liter.

"Tahun 2026 ini diresmikan RDMP [refinery development master plan], akan ada sebanyak tujuh juta kilo liter tambahannya. Berarti, tertutupi lah [kebutuhan] impor solar," ucapnya akun YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

Laode mengeklaim, tambahan dari RDMP diperkirakan tidak hanya menutup kebutuhan impor, melainkan juga menciptakan surplus produksi. Potensi kelebihan pasokan disebut mencapai 1,6-1,7 juta kiloliter.

Di satu sisi, kebijakan penghentian impor solar dilakukan secara bertahap berdasarkan spesifikasi produk. Tahap awal difokuskan pada solar B40 (CN48).

“Nah, kita mengejar [penghentian impor] yang [solar] CN 48 ini, agar bisa kita bebas impor solar,” tutur Laode.

Ia menyatakan, solar CN 51 yang digunakan untuk kebutuhan tertentu masih akan ditangani pada tahap berikutnya. Namun, kebutuhan solar CN 51 disebut relatif kecil.

Kata Laode, kebutuhan terhadap solar CN 51 dapat terpenuhi melalui impor. Pemerintah disebut menargetkan menekan hingga menghentikan impor solar CN 51 pada semester kedua 2026.

Ia menambahkan, pemerintah mulai menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk menghentikan impor bensin, khususnya bensin dengan oktan rendah. Roadmap itu disusun secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur pengolahan.

“Dua tahun lagi juga rencananya, roadmap-nya untuk stop impor bensin. RON. Jadi, tujuannya jelas sesuai astacita Presiden untuk kemandirian energi dan swasembada energi,” urai Laode.

Baca juga artikel terkait IMPOR SOLAR atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Ekbis
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fahreza Rizky