Menuju konten utama

Airlangga Sebut AS Tertarik Investasi Semikonduktor di Indonesia

Industri semikonduktor merupakan sektor kunci yang mendukung berbagai teknologi modern, seperti komputer, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya.

Airlangga Sebut AS Tertarik Investasi Semikonduktor di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Joint Statement Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Kamis (24/7/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) menunjukkan minat untuk membangun ekosistem semikonduktor di Indonesia. Hal ini disampaikannya usai keputusan tarif resiprokal atau timbal balik AS terhadap Indonesia rampung dibahas.

Menurutnya, industri semikonduktor merupakan sektor kunci yang mendukung berbagai teknologi modern, seperti komputer, ponsel, dan perangkat elektronik lainnya.

"Dengan ditandatangani perjanjian perdagangan, Amerika sudah mulai tertarik mendorong semi konduktor di Indonesia, ini juga sedang dipersiapkan ekosistemnya," kata Airlangga dalam laporan RAPBN 2026 dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/07/2025).

Airlangga menambahkan bahwa tarif perdagangan Indonesia yang ditetapkan AS termasuk rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, yaitu sebesar 19 persen.

"Terkait dengan tarif perdagangan sudah ada kepastian, dan hampir semua negara sudah diputus, sehingga yang ke Amerika sudah jelas, Indonesia dibandingkan negara ASEAN yang lain relatif kompetitif," ujarnya.

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 di DPR-MPR RI, Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal tanah jarang atau rare earth yang dimiliki Indonesia. Tanah jarang ini berisi mineral yang sangat berharga dalam perkembangan industri teknologi modern dan canggih.

"Alhamdulillah, Yang Maha Kuasa telah memberi karunia kepada kita. Kita memiliki mineral-mineral yang disebut tanah jarang, rare earth. Kita memiliki semua rare earth yang ada di dunia kita miliki," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, tanah jarang menjadi salah satu sumber daya alam yang vital untuk perkembangan industri teknologi modern termasuk alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Karena itu, ia menekankan pentingnya mengelola sumber daya alam nasional agar memberikan manfaat lebih ke dalam negeri sendiri.

"Kita harus kuasai, kendalikan, membela, dan kelola semua kekayaan alam Indonesia," tegas Prabowo.

Baca juga artikel terkait AIRLANGGA HARTARTO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana