tirto.id - Los Angeles mengalami kerusuhan besar yang diawali dari demonstrasi para imigran pada Minggu (8/6/2025) waktu setempat (Senin waktu Indonesia). Demo mulai rusuh semenjak Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengerahkan Garda Nasional (United States National Guard).
Ketegangan di Los Angeles meningkat pada Minggu (8/6) ketika ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan sebagai tanggapan atas pengerahan Garda Nasional oleh Presiden Donald Trump. Demonstran memblokir jalan bebas hambatan utama dan membakar mobil-mobil tanpa pengemudi sementara penegak hukum menggunakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut untuk mengendalikan massa.
Banyak pengunjuk rasa bubar saat malam tiba dan polisi menyatakan bahwa unjuk rasa itu tidak sah, sebagai pertanda petugas akan masuk dan menangkap para demonstran. Beberapa dari mereka yang tersisa melemparkan benda-benda ke polisi dari balik penghalang yang dipasang darurat.
Kronologi Kerusuhan di Los Angeles
Mengutip ABC News, kronologi kerusuhan bermula pada hari Jumat ketika petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) melaksanakan surat perintah penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk di luar gudang pakaian di distrik mode kota tersebut.
1. Bermula dari Penggeledahan Imigran pada Jumat
Penggeledahan itu berdasarkan perintah seorang hakim yang memiliki bukti kuat bahwa pemilik usaha di daerah tersebut menggunakan dokumen fiktif untuk beberapa pekerja imigran, menurut perwakilan dari Investigasi Keamanan Dalam Negeri dan Kantor Kejaksaan AS.Keadaan menegangkan terjadi di luar saat kerumunan orang mencoba menghalangi petugas untuk pergi. Pendukung hak-hak imigran mengatakan petugas juga menahan para imigran di luar toko Home Depot dan toko donat.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan operasi ICE di Los Angeles mengakibatkan penangkapan 118 imigran, termasuk lima orang yang terkait dengan organisasi kriminal dan orang-orang dengan catatan kriminal sebelumnya.
2. Pengunjuk Rasa Berdemo di Depan Penjara
Puluhan pengunjuk rasa berkumpul pada Jumat malam di luar pusat penahanan federal di Los Angeles tempat para imigran ditangkap, sambil meneriakkan "bebaskan mereka, biarkan mereka tinggal!"Unjuk rasa terus berlanjut hingga hari Sabtu (7/6) dan Minggu (8/6). Demo pada Minggu di Los Angeles berpusat di beberapa blok di pusat kota. Itu adalah hari ketiga dan paling intens dari demonstrasi terhadap tindakan keras imigrasi Trump di wilayah tersebut.
3. Trump Mengerahkan Garda Nasional pada Minggu
Kedatangan sekitar 300 pasukan Garda Nasional memicu kemarahan dan ketakutan di antara banyak penduduk. Garda Nasional dikerahkan secara khusus untuk melindungi gedung-gedung federal, termasuk pusat penahanan di pusat kota tempat para pengunjuk rasa berkumpul.Kepala Polisi Los Angeles Jim McDonnell mengatakan para petugas "kewalahan" dengan para pengunjuk rasa yang tersisa. Dia mengatakan mereka termasuk "para penghasut" yang muncul di demonstrasi untuk membuat masalah.
Beberapa lusin orang ditangkap sepanjang akhir pekan protes. Satu orang ditahan hari Minggu karena melemparkan bom molotov ke polisi, dan yang lainnya karena menabrakkan sepeda motor ke barisan petugas.
4. Petugas Mulai Menangkap para Demonstran
Dimulai pada Minggu pagi hari, pasukan membawa senjata laras panjang dan tameng antihuru-hara saat para pengunjuk rasa meneriakkan "malu" dan "pulanglah." Setelah beberapa orang mendekati anggota pasukan, sekelompok petugas berseragam lainnya maju ke arah kelompok itu, menembakkan tabung-tabung berisi asap ke jalan.Beberapa menit kemudian, Departemen Kepolisian Los Angeles melepaskan tembakan amunisi pengendali massa untuk membubarkan para pengunjuk rasa, yang menurut mereka berkumpul secara ilegal. Sebagian besar demonstran bergerak untuk memblokir lalu lintas di jalan bebas hambatan 101 hingga petugas patroli negara bagian membersihkan mereka dari jalan raya pada sore hari.
Di dekatnya, sedikitnya empat mobil Waymo dibakar, mengirimkan gumpalan asap hitam besar ke langit dan meledak-ledak saat kendaraan listrik itu terbakar. Menjelang malam, polisi telah mengeluarkan larangan berkumpul secara ilegal yang menutup beberapa blok di pusat kota Los Angeles. Ledakan keras bergema setiap beberapa detik hingga malam tiba.
Situasi Terkini di Los Angeles
Menurut laporan CNN pada Senin (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB, banyak demonstram telah bubar, meskipun beberapa pengunjuk rasa yang tersebar masih berada di kota, dan polisi masih berada di jalan dalam jumlah besar.
Polisi menangkap 27 orang pada hari Minggu. Dari jumlah tersebut, 17 ditangkap saat polisi membersihkan pengunjuk rasa dari Jalan Raya 101, sementara 10 lainnya ditangkap selama perkelahian. Polisi telah menyatakan seluruh Pusat Kota Los Angeles sebagai area larangan pertemuan, yang membuka jalan bagi penangkapan lebih lanjut.
Pengunjuk rasa membakar sedikitnya empat mobil tanpa pengemudi, dan melemparkan benda-benda ke mobil polisi. Reporter CNN menyaksikan polisi menembakkan gas air mata dan bola merica untuk membubarkan massa, memukul dan mendorong beberapa pengunjuk rasa saat melakukan penangkapan. Setelah malam tiba, polisi mengatakan bahwa beberapa pemilik bisnis melaporkan penjarahan di toko mereka.
Sekitar 300 anggota Garda Nasional berada di lapangan setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pengerahan pasukan, mengabaikan keberatan Gubernur California Gavin Newsom. Ini adalah pertama kalinya seorang presiden memanggil Garda Nasional tanpa permintaan atau persetujuan negara bagian dalam beberapa dekade.
Newsom mengatakan dia akan menuntut pemerintahan Trump atas tindakan tersebut. Wali Kota LA Karen Bass mengatakan bahwa pengerahan Garda Nasional menciptakan "kekacauan yang disengaja."
Editor: Ibnu Azis
Masuk tirto.id

































