tirto.id - Pemerintah menargetkan 70.000-80.000 lulusan dari program SMK Go Global dapat terserap lapangan pekerjaan di tahun ini. Sementara, hingga akhir 2029, pemerintah menargetkan 500.000 lulusan dari program ini dapat terserap lapangan pekerjaan.
"Sampai 2029, 500.000 [lulusan ditargetkan terserap lapangan kerja]. Bukan [tahun ini]. Kita berusaha paling tidak, ya minimal 70.000-80.000 [terserap lapangan kerja]," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, kepada awak media, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Untuk memastikan keterserapan lulusan Program SMK Go Global ke pasar tenaga kerja, pemerintah sudah bekerja sama dengan pemerintah sejumlah negara, seperti Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, negara-negara di Timur Tengah, dan Jepang.
"Eropa, Amerika, Korea, Timur Tengah, Jepang. Eropa, ada Eropa Barat, Eropa Timur," rinci Cak Imin, sapaan Muhaimin.
Sebelumnya Cak Imin menjelaskan, program SMK Go Global bisa diikuti oleh masyarakat lulusan SMP, SMA, dan juga SMK. Karenanya, Cak Imin memastikan tidak ada pembatasan usia bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri pada program SMK Go Global.
“Ini prioritas SMP, SMA dan SMK,” kata Cak Imin usai menghadiri rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
"Gak ada batas usianya. Gak ada batas usianya. Semua bisa ikut,” lanjutnya.
Saat saat ini negara-negara yang menjadi tujuan favorit para pekerja migran Indonesia di antaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Jerman, Hong Kong, Taiwan, hingga Turki.
Adapun kebutuhan pekerjaan di pasar kerja luar negeri yang tinggi disebutnya adalah tukang las (welder), perhotelan (hospitality), hingga perawat.
“Sementara [kebutuhan kerja] yang paling dominan adalah welder, hospitality, sama caregiver, perawat. Keperawatan. Sambil banyak, nanti ada kontraktor, ada gedung-gedung apa namanya, bangunan, konstruksi,” jelasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































