tirto.id - Komandan Komando Daerah TNI AL (Dankodaeral) VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, membenarkan telah terjadi keributan yang melibatkan lima orang anggota TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Melonguane dan seorang warga di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (22/1/2026) malam.
Dery menjelaskan insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman yang dipicu oleh pengaruh minuman keras. Akibatnya, korban mengalami luka-luka dan situasi menjadi tidak kondusif.
Atas kejadian tersebut, Dery menyampaikan permohonan maaf kepada warga Melonguane dan berjanji akan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Pihak Lanal Melonguane memohon maaf yang sebesar- besarnya kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota TNI AL,” kata Dery dalam keterangan pers resminya pada Sabtu (24/1/2026).
Dery juga menegaskan bahwa TNI AL tidak mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit. Aparat gabungan TNI–Polri disebutnya telah bertindak mengamankan situasi di lokasi kejadian, sementara anggota TNI AL yang terlibat langsung ditangkap oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, korban pemukulan oleh anggota TNI AL itu diketahui mengalami luka-luka. Korban telah dievakuasi menggunakan kapal penumpang dari Talaud menuju Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim Kodaeral VIII bekerja sama dengan pihak terkait mengingat kondisi korban yang memerlukan penanganan medis lebih intensif. Selama proses evakuasi, korban berada dalam kondisi stabil dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.
Sampai dengan Sabtu lalu, situasi di Melonguane telah kembali kondusif. Komandan Lanal Melonguane juga disebut Dery telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban serta melaksanakan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang. Kami memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






























