tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut pembangunan program waste to energy (WTE) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan rampung pada 2028.
"Yang Bantargebang, kita selesaikan melalui waste to energy, teknologi yang sudah ada di dunia, insinerator, akan selesai insyaAllah 2028 [pembangunan rampung]," ucapnya di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).
Menurut Zulhas, proyek yang ditargetkan selesai pada 2028 tersebut merupakan fasilitas WTE dengan kapasitas pengolahan lebih dari 1.000 ton sampah per hari. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan proyek pengolahan sampah lainnya.
Salah satunya ialah fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 100 hingga 200 ton per hari yang ditargetkan rampung pada 2029.
"2028 ya, itu yang darurat, yang 1.000 ton ke atas, yang 1.000 [ton]. 100-200 ton, itu kita sudah punya teknologi, kita juga akan selesaikan [pembangunannya] sampai 2029," tutur Zulhas.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PAN tersebut mengakui persoalan pengolahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena itu, Zulhas mengaku mendukung program Gerakan Pilah Sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut dia, langkah Pemprov DKI Jakarta yang mewajibkan pemilahan sampah sejak dari sumber atau hulu dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain.
"Nah, yang paling berat itu memang sampah dari rumah, memilah. Oleh karena itu, gerakan menyongsong dalam rangka ulang tahun Jakarta dicanangkan oleh Pak Gubernur [Pramono Anung] ini menjadi kuncinya," ujarnya.
"Kami memberikan penghargaan, apresiasi yang dilakukan Pak Gubernur ini karena ini akan menjadi inspirasi atau menjadi contoh bagi daerah-daerah di Tanah Air," lanjut Zulhas.
Sebagai informasi, Pemprov Jakarta berencana membangun proyek WTE di TPST Bantargebang berupa fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Di lokasi yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga telah memiliki refuse derived fuel (RDF) plant yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen setara batu bara muda.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki fasilitas pengolahan sampah lainnya, yakni RDF Plant Rorotan di Jakarta Utara dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di sejumlah titik di Ibu Kota.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































