Menuju konten utama

Pramono akan Tata Tambora yang Masih Jadi Kawasan RW Kumuh

Pramono akan tata kawasan Tambora secara bertahap, terutama pada kategori RW kumuh dengan frekuensi kebakaran tinggi.

Pramono akan Tata Tambora yang Masih Jadi Kawasan RW Kumuh
Pramono Anung dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/4/2026). tirto.id/Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menata kawasan Tambora, Jakarta Barat, yang masih tergolong sebagai kawasan rukun warga (RW) kumuh.

Ia mengakui status kawasan kumuh di Tambora juga tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Selain Tambora, sejumlah wilayah lain di Jakarta Barat juga masih masuk kategori kawasan RW kumuh.

"Jadi, kalau Tambora, memang salah satu kawasan yang RW-nya masih masuk dalam kawasan RW kumuh. Kemarin secara khusus, Ibu Kepala BPS, Bu Winny [Amalia Adininggar Widyasanti] menyampaikan tentang Tambora," tuturnya di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Pramono mengatakan penataan kawasan Tambora akan dilakukan secara bertahap. Menurut dia, kawasan tersebut masuk kategori RW kumuh karena tingginya frekuensi kebakaran yang kerap terjadi di wilayah itu.

Selain itu, Tambora juga dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kepadatan permukiman yang tinggi. Karena itu, penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menghapus status kumuh di wilayah tersebut.

"Kami akan melakukan pembenahan secara prinsip di Tambora. Mudah-mudahan ke depan, Tambora akan keluar dari 211 RW yang dianggap kumuh karena salah satu kebakaran tertinggi di Jakarta itu di Tambora, karena tingkat kepadatannya yang cukup tinggi," urai dia.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, penataan kawasan Tambora juga akan melibatkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

"Sehingga dengan demikian, Tambora akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga Wali Kota Jakarta Barat," ucapnya.

Sebagai informasi, data BPS DKI Jakarta 2026 mencatat sebanyak 211 RW di Jakarta masih berkategori kumuh. Konsentrasi tertinggi berada di wilayah Jakarta Barat, terutama di Kecamatan Tambora.

Sebanyak delapan kelurahan dari total 11 kelurahan di Tambora masuk kategori kumuh berat akibat tingginya kepadatan penduduk, minimnya sanitasi, serta kondisi rumah yang dihuni secara bergantian.

Delapan kelurahan di Tambora yang termasuk kategori kumuh berat yakni Kalianyar, Duri Selatan, Tanah Sereal, Krendang, Jembatan Besi, Angke, Jembatan Lima, serta Pekojan.

Baca juga artikel terkait TAMBORA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana