Menuju konten utama

Wamen Stella Ungkap Alasan Mahasiswa Tidak Daftar Ulang PTN

Stella juga mengklarifikasi total mahasiswa yang tidak mendaftar ulang mencapai 17.800 calon mahasiswa dari klaim mencapai 42.315 calon mahasiswa.

Wamen Stella Ungkap Alasan Mahasiswa Tidak Daftar Ulang PTN
Wakil Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Stella Christie. FOTO/Khaila Adinda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Stella Christie, menyoroti adanya 42.315 bangku yang tidak terisi pada penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) tahun lalu.

Stella menjelaskan, jumlah bangku kosong tersebut berbeda dengan calon mahasiswa yang telah diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang. Dari data penerimaan mahasiswa tahun lalu, sekitar 17.800 calon mahasiswa tidak melakukan registrasi ulang setelah dinyatakan lolos seleksi.

Selain itu, Stella menyatakan, alasan calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang juga beragam dan tidak seluruhnya dipengaruhi kondisi ekonomi. Salah satunya karena calon mahasiswa menerima beasiswa kedinasan.

“Yang pertama adalah karena mereka mendapatkan beasiswa kedinasan lainnya. Jadi mereka memilih ke sana. Ada juga yang lulus tapi prodinya (program studi) tidak sesuai yang mereka harapkan atau bukan pilihan nomor satu sehingga mereka memilih pergi mungkin ke perguruan tinggi swasta untuk prodi yang mereka inginkan,” ungkap Stella kepada wartawan, Selasa (8/7/2026).

Meski demikian, Stella mengakui terdapat calon mahasiswa yang terkendala biaya setelah tidak memperoleh bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia mengatakan, pemerintah telah menyediakan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) level satu dengan batas maksimal Rp500 ribu per semester dan UKT level dua sebesar Rp1 juta per semester. Rata-rata sekitar 30 persen mahasiswa PTN berada pada dua kelompok UKT tersebut.

“Karena ada UKT level satu batasnya Rp500.000 dan UKT level dua batasnya Rp1.000.000. Dan perlu diketahui bahwa secara rata-rata di PTN Indonesia itu 30 persen mahasiswanya berada pada UKT level satu dan dua,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bangku yang kosong akibat calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang tidak dapat terus diisi melalui seleksi lanjutan. Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan jadwal penerimaan mahasiswa baru dengan perguruan tinggi swasta (PTS).

"Kita juga tidak bisa terus-menerus, 'oh nanti kalau terisi dikasih lagi, dikasih lagi, dikasih lagi', karena nanti PTS-nya berarti harus menunggu sampai jalur mandiri selesai. Nah ini akan menjadi sesuatu yang tidak diinginkan juga oleh PTS," ujarnya.

Pernyataan Stella tersebut sekaligus meluruskan informasi yang beredar mengenai jumlah 60 ribu calon mahasiswa yang disebut tidak melakukan daftar ulang di PTN. Ia menegaskan angka tersebut merupakan data penerimaan mahasiswa tahun lalu dan sebagian besar merupakan bangku kuliah yang memang tidak terisi.

"60.000 ini bukan data dari tahun ini tapi data dari tahun lalu. Dan yang paling pentingnya 60.000 ini bukan calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang. 60.000 ini terdiri dari 42.315 bangku kosong. Jadi bangkunya tidak terisi bukan calon mahasiswanya," tutur Stella.

Baca juga artikel terkait PENERIMAAN MAHASISWA BARU atau tulisan lainnya dari Khaila Adinda

tirto.id - Flash News
Reporter: Khaila Adinda
Penulis: Khaila Adinda
Editor: Andrian Pratama Taher