23 Juli 1984

Vanessa Williams: Juara Miss America yang Dijegal Seorang Juru Foto

Kontributor: Tyson Tirta - 23 Jul 2022 00:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Kelakuan seorang fotografer membuat foto bugil Vanessa Willams tersebar luas.
tirto.id - Sejak pertama kali digelar pada 1921, Vanessa Williams adalah perempuan kulit hitam pertama yang memenangkan kontes Miss America. Namun skandal foto bugil yang terbit di majalah dewasa Penthouse edisi September 1984, menjerat dan memaksa ia mengembalikan gelarnya kepada pihak penyelenggara. Vanessa mengaku skandal ini adalah titik terendah dalam hidupnya. Saat itu usianya baru 21 tahun, foto bugil dirinya yang tersebar membuat semua kerja kerasnya seakan sia-sia.

Vanessa Lynn Williams lahir di Millwood, New York, pada 18 Maret 1963 dari keluarga musikal. Ibunya, Helen Tinch, bertemu dengan Milton Augustine Williams Jr. ketika masih sama-sama menjadi mahasiswa di Fredonia State Teachers College sekitar akhir 1950-an. Mereka menikah dan bekerja sebagai guru musik di sekolah. Vanessa bersama Chris, adiknya, tumbuh di wilayah Westchester County di pinggiran kota New York. Kala itu, wilayah Westchester merupakan wilayah yang didominasi oleh orang-orang kulit putih.

Ayah Vanessa membesarkan anak-anaknya dengan semangat Katolik yang turun-temurun. Akan tetapi, ibunya yang penganut Protestan baru memeluk Katolik ketika menikah. Sebagai guru musik, ibu Vanessa aktif menjadi pemain organ di Gereja St. Theresa di Briarcliff Manor untuk berbagai acara seperti misa biasa hingga pemberkatan pernikahan. Di gereja itulah Vanessa mulai ikutan tampil bersama ibunya sebagai petugas pembalik halaman partitur musik.

Melalui dunia musik pula, Vanessa untuk pertama kalinya mendapatkan pengakuan publik ketika berhasil memenangkan tahapan seleksi talenta bakat dalam kontes Miss America. Pada tahap seleksi awal ia menyanyikan lagu "Happy Days are Here Again". Setelah memenangkan kontes, ia sempat merilis album debut pada 1988.


Kelakuan Fotografer

Vanessa sempat menjalani pendidikan formal di Universitas Syracuse dan mendalami ilmu teater musikal. Pada 1982, saat bekerja paruh waktu di musim panas sebagai resepsionis di sebuah agen model, ia ditawari sebuah proyek pemotretan. Thomas Chiapel, sang fotografer, mengatakan padanya ia membutuhkan foto siluet tubuh perempuan. Karena hanya siluet, Vanessa menganggap jika ia bersedia difoto, wajahnya tak akan dikenali.

Pemotretan kemudian berlangsung. Vanessa tak mengenakan pakaian sehelai pun. Kontrak perilisan foto ia tandatangani yang berarti hak kepemilikan hasil foto ada pada fotografer.

Setelah pemotretan, Vanessa melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Tak lama kemudian, kesempatan untuk berkompetisi di Miss America datang. Kala itu Miss America digelar di Boardwalk Hall di Atlantic City, New Jersey, sebagai rangkaian gelaran yang ke-57.

Sejak awal, tanda-tanda kemenangan Vanessa sudah terlihat. Selain kontes bakat yang ia menangkan dengan bernyanyi, Vanessa juga meraih posisi teratas dalam kontes pakaian renang. Di penghujung gelaran ia dinobatkan sebagai Miss America 1984.

Saat mendaftar sebagai peserta Miss America, Vanessa mengaku tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika akan menjadi pemenang. Sebagai mahasiswa biasa, ia hanya mengincar uang beasiswa sebesar 25 ribu dolar dan perhatian publik untuk kerja-kerja kesenian yang ingin ditekuninya.

Namun, posisi tertinggi itu sejak awal sudah mendatangkan petaka. Mula-mula ancaman pembunuhan yang diikuti dengan beberapa surat kaleng yang berisi ancaman lain. Selain itu, selama 10 bulan, ia menerima panggilan telepon berulang yang mengancam akan memublikasikan foto telanjangnya.

Thomas Chiapel yang pernah memotretnya, rupanya menjual foto-foto telanjang Vanessa ke majalah Penthouse. Majalah itu membayar dengan angka yang jauh lebih tinggi daripada foto-foto lain yang pernah mereka beli. Kabar soal foto-foto itu dengan cepat beredar luas. Meski Vanessa sudah menyatakan keberatan, foto itu akhirnya benar-benar dipublikasikan dengan judul “Miss America: Oh God, She’s Nude!” pada Penthouse edisi September 1984.


Infografik Mozaik Vanessa Williams
Infografik Mozaik Vanessa Williams. tirto.id/Tino

Bangkit dari Keterpurukan

Di sisi lain, majalah Playboy justru mengambil sikap berbeda. Dalam sebuah artikel, Hugh Hefner, pemimpin majalah ini menyatakan bahwa Vanessa Williams benar-benar dikorbankan.

“Dalam hal ini, wanita muda itu adalah korban tunggal. Haknya untuk membuat keputusan telah diambil,” kata Hefner seperti dikutip Time.

Sesuai dugaan, tekanan terhadap Vanessa datang bertubi-tubi hingga ia merasa harus melepaskan gelarnya. Pada 23 Juli 1984, tepat hari ini 38 tahun lalu, akhirnya gelar Miss America 1984 diberikan kepada juara ke-2, Suzette Charles, Miss New Jersey.

Beruntung, skandal ini tidak menghancurkan karier Vanessa di dunia hiburan. Ia berhasil bangkit dan meneruskan aktivitasnya. Sebagai penyanyi, ia bahkan sempat masuk dalam nominasi Grammy. Ia juga menjadi bintang layar kaca dengan perannya dalam Ugly Betty, Desperate Housewives dan lain-lain. Meski begitu, gugatan terhadap majalah Penthouse tetap ia layangkan. Tapi dalam waktu singkat ia memutuskan untuk menarik gugatan tersebut.

“Saya hanya ingin melanjutkan hidup,” kata Vanessa kepada majalah People tahun 1989.

September 2015, ketika Vanessa menjabat sebagai ketua juri dalam kontes Miss America 2016, Sam Haskell, mantan CEO Miss America, membuat permintaan maaf publik kepadanya atas peristiwa yang pernah membuatnya jatuh.

Baca juga artikel terkait SKANDAL atau tulisan menarik lainnya Tyson Tirta
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Tyson Tirta
Penulis: Tyson Tirta
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight