tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) kepada masyarakat mencapai Rp94,85 triliun hingga akhir November 2025. Angka tersebut meningkat 23,86 persen dibanding outstanding pinjol Oktober 2025 yang senilai Rp92,92 triliun.
“Pada industri pinjaman daring atau pindar (pinjol), outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh 25,45 persen secara year on year (yoy) dengan nilai nominal sebesar Rp94,85 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Namun, sejalan dengan itu tingkat rasio kredit macet pinjol secara agregat atau TWP90 juga mengalami peningkatan menjadi 4,33 persen di November 2025, dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang masih berada di level 2,76 persen. Pun, risiko kredit macet pinjaman daring pada November 2025 juga lebih tinggi ketimbang posisi November 2024 yang masih sebesar 2,52 persen.
Meski begitu, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) masih mengalami pertumbuhan sebesar 1,09 persen (yoy) pada November 2025 menjadi Rp506,82 triliun, pun dibanding bulan sebelumnya juga masih tumbuh sebesar 0,68 persen. Kondisi ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 8,99 persen (yoy).
“Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat 2,44 persen dan NPF net 0,85 persen, dibanding Oktober 2025 0,83 persen. Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,13 kali, pada Oktober 2025 2,15 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali,” terang Agusman.
Di sisi lain, berdasarkan SLIK, pembiayaan buy now pay later (BNPL) alias paylater oleh Perusahaan Pembiayaan pada November 2025 meningkat sebesar 68,61 persen (yoy) menjadi Rp11,24 triliun.
Sama halnya dengan pinjol, pembiayaan modal ventura juga tumbuh 1,20 persen (yoy) menjadi Rp16,29 triliun.
“Pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada November 2025 tumbuh sebesar 42,88 persen (yoy), pada Oktober 2025 pembiayaan tumbuh 38,89 persen yoy, menjadi Rp125,44 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga. Pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp102,75 triliun atau 81,92 persen dari total pembiayaan,” tukas Agusman.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































