tirto.id - Perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat yang bersekutu dengan Israel melawan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Memasuki hari ke-26 hari ini, beberapa serangan baik dari Iran maupun AS-Israel masih terus dilaporkan.
Meskipun sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat menyebut ada pembicaraan dengan Iran, bahkan mengklaim perang “sudah dimenangkan”. Namun Iran secara tegas membantah adanya negosiasi. Perbedaan pendapat ini menciptakan ketidakpastian besar mengenai kelanjutan dari perang.
AS dilaporkan mengirim rencana 15 poin yang mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghentian rudal balistik, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Sebagai imbalan, sanksi akan dicabut. Proposal ini disebut disalurkan melalui Syed Asim Munir, namun belum dikonfirmasi resmi.
Laporan dari kelompok hak asasi manusia HRANA, pada 23 Maret, tercatat sedikitnya 36 warga sipil tewas dan 138 lainnya terluka akibat berbagai serangan.
Sedangkan data dari Kementerian Kesehatan Iran per 24 Maret 2026 pukul 16.00 WIB total jumlah korban tewas dalam perang mencapai 2.704 jiwa.
Update Perang AS-Israel vs Iran Hari ke-26 pada 25 Maret 2026
Berikut rangkuman kondisi terkini perang AS-Israel melawan Iran yang memasuki hari ke-26 hari ini, Rabu, 25 Maret 2026 dikutip Al Jazeera:
1. Militer AS-Israel masih terus menyerang Teheran, Iran pun tak tinggal diam
Serangan udara AS–Israel terus menghantam Iran, termasuk Teheran, merusak infrastruktur sipil. Iran membalas dengan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara sekitar, menunjukkan konflik semakin meluas.2. Israel melakukan serangan lintas wilayah hingga Lebanon dan Beirut
Israel memperluas serangan ke Lebanon selatan dan bahkan menggempur Beirut. Korban terus meningkat.
3. Irak izinkan kelompok pro Iran balas serangan AS
Pemerintah Irak mengizinkan kelompok paramiliter pro-Iran untuk membalas serangan AS, setelah serangan terhadap basis mereka. Kelompok-kelompok ini, termasuk bagian dari Popular Mobilisation Forces, memiliki kekuatan besar dan berpotensi memperparah konflik.Kelompok “Islamic Resistance in Iraq” melancarkan puluhan serangan terhadap target AS di Irak dan Suriah.
4. Aktivitas militer intens di Irak
Pesawat tempur AS dilaporkan terbang rendah di atas Baghdad, sesuatu yang jarang terjadi sejak Perang Irak. Hal ini memicu ketakutan warga. Di saat yang sama, konsulat AS di Erbil diserang drone.5. Kuwait tutup bandara akibat serangan drone dan rudal Iran
Serangan drone dan rudal juga terjadi di Kuwait. Meskipun banyak yang berhasil dicegat, pemerintah Kuwait memutuskan untuk menutup bandara internasionalnya setelah serangan berulang.6. Arab Saudi berhasil halau serangan Iran
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan sistem pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik Iran yang menyasar Provinsi Timur negara itu.7. Iran dan Hizbullah terus serang Israel
Iran dan Hizbullah terus meluncurkan rudal ke Israel, memicu sirene di kota Kiryat Shmona dan sekitarnya. Beberapa serangan berhasil dicegat, namun tetap memakan korban.Sebuah rumah yang sedang dibangun mengalami kerusakan, namun insiden tersebut berakhir tanpa korban jiwa.
Sebelumnya, serangan rudal dari Iran dan Hizbullah menewaskan satu orang di Israel utara, dan melukai setidaknya 12 orang di kota-kota tengah Bnei Brak dan Givat Shmuel, dekat Tel Aviv.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































