tirto.id - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., membuka kemungkinan penghentian operasional pesawat karena krisis pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh perang AS-Israel dengan Iran. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan Bloomberg News, Selasa (24/3/2026).
Mengutip dari Reuters, Selasa (24/3/2026), Presiden Ferdinand mengatakan bahwa beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan Filipina bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat. Hal itu memaksa operator Filipina untuk membawa bahan bakar untuk perjalanan keluar dan pulang.
Sementara itu, negara-negara Asia lainnya, termasuk Vietnam, telah mengatakan bahwa maskapai penerbangan sedang bersiap untuk menerapkan biaya tambahan bahan bakar pada rute internasional dari awal April.
Sebagai informasi, perjalanan udara global telah terganggu sejak perang memaksa penutupan hub Timur Tengah, termasuk Dubai, Doha, dan Abu Dhabi, yang membuat puluhan ribu penumpang terdampar.
Sebelumnya, Filipina juga mengizinkan penggunaan terbatas bahan bakar yang lebih murah dan kotor untuk mengatasi dampak krisis dari Timur Tengah.
"Langkah ini dimaksudkan untuk membantu, menjaga pasokan bahan bakar yang berkelanjutan, memadai, dan mudah diakses, sekaligus memberikan fleksibilitas terbatas bagi sektor-sektor yang mungkin terdampak," kata Departemen Energi (DOE) dalam sebuah pernyataan, dikutip melalui Reuters, Selasa.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























