Menuju konten utama

Update Harga Minyak Dunia Hari Ini: Naik hingga USD 106/Barel

Harga minyak dunia hari ini mengalami peningkatan lagi hingga 106 dolar AS per barel. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Hormuz.

Update Harga Minyak Dunia Hari Ini: Naik hingga USD 106/Barel
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 20 April 2026. REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak naik pada Jumat (24/4/2026) pagi karena kekhawatiran akan kembali memanasnya eskalasi militer di Timur Tengah.

Ini terjadi setelah Iran merilis rekaman yang menunjukkan pasukan komando menaiki sebuah kapal kargo di Selat Hormuz, serta adanya laporan bahwa sistem pertahanan udara Teheran menanggapi "target-target yang dianggap bermusuhan".

Mengutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,23 dolar Amerika Serikat (AS) atau 1,17 persen, menjadi 106,3 dolar AS per barel pada pukul 01.07 waktu setempat. Sedangkan, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,07 dolar AS atau 1,12 persen ke level 96,92 dolar AS.

Kedua kontrak acuan tersebut ditutup naik lebih dari 3 persen pada Kamis dan sempat melonjak sekitar 5 dolar AS per barel, setelah muncul laporan bahwa sistem pertahanan udara sedang menghadapi target di atas Teheran serta adanya perebutan kekuasaan antara kelompok garis keras dan moderat di Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran mungkin telah sedikit menambah persenjataannya selama gencatan senjata dua minggu, namun ia yakin militer AS dapat menghancurkannya hanya dalam satu hari.

Haitong Futures dalam sebuah laporan mengatakan, fase gencatan senjata kini semakin terlihat seperti tahap persiapan menuju perang. Bahkan, jika pembicaraan antara AS dan Iran gagal mencapai kemajuan penting hingga akhir April dan pertempuran kembali pecah, harga minyak berpotensi naik ke level tertinggi baru tahun ini.

Pada Kamis (33/4/2026) Iran merilis video yang memperlihatkan pasukan komando dengan perahu cepat menyerbu sebuah kapal kargo besar setelah runtuhnya pembicaraan damai, menegaskan kendali mereka atas Selat Hormuz—jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20 persen aliran minyak dan gas global.

Namun, sejalan dengan keinginan para investor dan pemerintah di seluruh dunia untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan, Trump mengatakan ia tidak akan menetapkan 'batas waktu' untuk mengakhiri konflik dengan Iran dan ingin mencapai 'kesepakatan yang benar-benar besar'.

“Jangan terburu-buru menekan saya,” ujarnya ketika ditanya berapa lama ia bersedia menunggu untuk mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran.

Trump juga mengumumkan dalam unggahan media sosial pada Kamis, bahwa Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi antara perwakilan kedua negara di Oval Office, Gedung Putih. Tapi, sebelum pengumuman tersebut, Israel memperingatkan bahwa mereka siap untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Sementara itu, kepala peneliti energi dan kimia di China Futures, Mingyu Gao mengatakan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dinilai akan mendorong persediaan minyak mentah dan produk olahan global turun di bawah rata-rata musiman lima tahun terakhir pada akhir Mei atau awal Juni, sehingga kembali menambah premi risiko pasokan ke dalam harga minyak.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra