Menuju konten utama

Perang Iran vs AS Hari Ini & Update Situasi di Selat Hormuz

Iran menyabotase dua kapal kargo yang melewati Selat Hormuz. Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi antara Iran dan AS.

Perang Iran vs AS Hari Ini & Update Situasi di Selat Hormuz
Kapal dan perahu di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, 20 April 2026.. REUTERS
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz. Tindakan ini dilakukan di tengah situasi yang belum jelas terkait status gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menyita dua kapal, yakni Epaminondas berbendera Liberia dan MSC Francesca yang berbendera Panama dengan tuduhan pelanggaran izin serta manipulasi sistem navigasi.

Mengutip The Guardian (22/4/2026), Kapal Epaminondas sendiri diketahui dioperasikan oleh perusahaan Yunani, dan pemerintah Yunani melalui menteri luar negerinya mengonfirmasi bahwa telah terjadi serangan terhadap kapal kargo milik pihak Yunani.

Tak hanya menyita, IRGC bahkan sempat menembaki kapal lain, yakni kapal kontainer berbendera Liberia,di wilayah tersebut. Tidak ada kerusakan berarti sehingga kapal tersebut tetap bisa melanjutkan perjalanannya, seperti dilaporkan The Straits Times Kamis (23/4/2026).

Respons AS terhadap Pembajakan Kapal oleh Militer Iran

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam wawancara dengan Fox News (23/4/2026) menyebut jika penyitaan kapal yang dilakukan oleh IRGC bukan termasuk pelanggaran gencatan senjata karena kapal yang disita bukan kapal-kapal AS ataupun Israel.

Leavitt menambahkan jika apa yang dilakukan IRGC dengan menyita kapal-kapal di Selat Hormuz adalah tindakan yang sama dengan bajak laut.

Amerika Serikat sendiri memperketat blokade dengan mengarahkan puluhan kapal untuk berbalik arah, serta mencegat tanker-tanker Iran di perairan Asia. Kondisi ini turut mendorong harga minyak mentah global, seperti Brent crude oil, tetap berada di atas 100 dolar per barel.

Iran Sebut Gencatan Senjata Hanya Bisa Terjadi Jika Blokade AS Dicabut

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu sambil menunggu hasil pembicaraan damai.

Keputusan ini diambil Trump setelah ia mendengar saran dari Pakistan, mediator perundingan damai AS-Iran, agar periode gencatan senjata diperpanjang sembari menunggu kepastian Iran kembali maju berunding.

Meski sepakat untuk tetap menjalani gencatan senjata, Presiden Trump menegaskan jika blokade maritim AS di perairan Iran masih akan tetap diberlakukan.

Berbeda dengan AS yang memutuskan gencatan senjata diperpanjang, pihak Iran tidak secara eksplisit menyetujui perpanjangan tersebut dan justru mengkritik kebijakan blokade laut oleh Angkatan Laut AS yang masih berlangsung, yang oleh Iran dianggap sebagai tindakan perang.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa gencatan senjata hanya masuk akal jika blokade tersebut dicabut, serta menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan selama pelanggaran semacam itu masih terjadi.

“Gencatan senjata total hanya masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade maritim dan penyanderaan ekonomi dunia, dan jika provokasi perang Zionis di semua lini dihentikan; pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan dengan pelanggaran gencatan senjata yang begitu mencolok.” tulis Qalibaf di platform X @mb_ghalibaf pada 23 April kemarin.

“Mereka tidak mencapai tujuan mereka melalui agresi militer, dan mereka juga tidak akan mencapainya melalui intimidasi. Satu-satunya jalan ke depan adalah mengakui hak-hak bangsa Iran.” tegasnya.

Meski Trump mengumumkan gencatan senjata, di sisi lain, ia juga mengeluarkan ancamannya untuk menyerang infrastruktur sipil Iran kalau Iran tidak menandatangani kesepakatan.

“Tetapi jika kita melakukan itu (membuka blokade maritim), tidak akan pernah ada kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan seluruh negara mereka, termasuk para pemimpinnya!,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra