Menuju konten utama

Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia

Utusan Trump mengusulkan untuk mengganti Iran dengan Italia di gelaran Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Italia sudah dinyatakan tidak lolos.

Utusan Trump Minta FIFA Ganti Iran dengan Italia di Piala Dunia
(Kiri/Kanan) Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden FIFA Italia Gianni Infantino selama pengundian Piala Dunia Sepak Bola FIFA 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Foto oleh Mandel NGAN / POOL / AFP)

tirto.id - Seorang utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni Paolo Zampolli mengusulkan kepada FIFA agar Iran diganti dengan Italia dalam Piala Dunia 2026.

Usulan pergantian tim yang berkompetisi dalam turnamen ini disebut berkaitan dengan upaya memperbaiki hubungan politik antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang sempat memburuk akibat kontroversi pernyataan terkait Paus Leo XIV dan perang Iran.

Zampolli sendiri menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, dengan alasan bahwa Italia adalah negara empat kali juara dunia dan secara historis layak tampil, meskipun sebelumnya gagal lolos kualifikasi setelah kalah dalam babak playoff melawan Bosnia dan Herzegovina.

"Saya mengkonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya warga asli Italia, dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan AS," kata Zampolli kepada Financial Times, Rabu(22/4/2026).

"Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka," tambahnya.

Federasi sepak bola Iran sebelumnya menyatakan bahwa mereka baru akan memutuskan partisipasi tim nasional setelah mendapatkan jawaban dari FIFA terkait permintaan pemindahan lokasi pertandingan dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Iran mengkhawatirkan aspek keamanan dan logistik, mengingat seluruh pertandingan fase grup mereka dijadwalkan berlangsung di AS, termasuk di stadion seperti SoFi Stadium di Inglewood, California, dan Lumen Field di Seattle.

Permintaan pemindahan tersebut ditolak oleh FIFA, yang tetap menegaskan bahwa Iran harus bermain sesuai jadwal. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni, Belgia di laga berikutnya, dan Mesir pada 26 Juni.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengonfirmasi bahwa FIFA telah menolak permintaan Iran untuk memindahkan pertandingan ke Meksiko.

Meski ada tekanan politik, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa Iran tetap akan berpartisipasi. Ia menyatakan bahwa Iran telah lolos secara resmi dan mewakili rakyatnya, serta para pemain memiliki hak untuk tampil di turnamen dunia.

Infantino juga menambahkan harapannya agar situasi geopolitik dapat mereda demi kelancaran kompetisi.

"Tim Iran pasti akan datang. Kami berharap, pada saat itu, tentu saja, situasinya akan damai. Itu pasti akan membantu. Tetapi Iran harus datang, tentu saja. Mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain," ujar Infantino dalam Forum CNBC Invest in America awal bulan ini di Washington, D.C.

Di tengah polemik tersebut, Donald Trump sendiri memberikan pernyataan yang beragam. Melalui media sosial, ia menyebut Iran secara resmi diperbolehkan ikut serta dalam Piala Dunia, meskipun ia menilai situasi politik saat ini mungkin membuat keikutsertaan itu tidak sepenuhnya tepat.

"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan untuk ikut serta di Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa kehadiran mereka di sana pantas, demi keselamatan dan keamanan mereka sendiri," tulisnya.

Iran Tegaskan Siap Ikut World Cup 2026

Pemerintah Iran melalui juru bicara resminya, Fatemeh Mohajerani, dalam wawancara dengan media penyiaran negara IRIB menyatakan bahwa negara tersebut sepenuhnya siap untuk tampil di Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada seperti diberitakan USA Today (22/4/2026).

Menurut Mohajerani, Kementerian Pemuda dan Olahraga Iran telah menyiapkan seluruh kebutuhan administratif, logistik, dan teknis untuk memastikan keikutsertaan tim dalam kompetisi dunia itu.

Pernyataan Mohajerani ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Menteri Olahraga Iran tentang keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia tahun ini.

"Dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujar Menteri Olahraga Iran.

Meski demikian, hingga kini Iran belum secara resmi menarik diri dari keikutsertaan apalagi negara itu termasuk di antara tim pertama yang lolos ke Piala Dunia.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra