tirto.id - Banjir melanda Cilacap pada Senin (13/10/2025), salah satunya diakibatkan oleh hujan lebat sejak Minggu (12/10/2025) malam. Banjir ini menggenang belasan kelurahan dan menyebabkan ratusan warga mengungsi.
Sebelumnya, hujan intensitas sangat lebat melanda wilayah Cilacap selama 6-7 jam sejak Minggu malam. Hujan ini termasuk kategori ekstrem, lantaran tercatat mencapai hingga 343 milimeter di wilayah perkotaan Cilacap.
“Ini termasuk kategori hujan ekstrem. Dari data pengamatan kami curah hujan tertinggi mencapai 343 mm di Cilacap Kota, disusul Lengkong dan Jeruklegi 312 mm," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dikutip dari ANTARA, Senin.
Penyebab Banjir Cilacap Hari Ini 13 Oktober 2025
Hujan ekstrem, yang jadi salah satu penyebab banjir Cilacap, terjadi akibat beberapa faktor meteorologis. Faktor itu, antara lain anomali suhu muka laut (sea surface tempereture/SST) yang masih hangat, hingga meningkatkan potensi penguapan yang mengakibatkan hujan.
Kelembapan udara yang tinggi juga menjadi faktor lain. Kondisi labilitas atmosfer yang cukup labil, serta pengaruh faktor lokal yang kuat. Hujan lebat ini juga mengakibatkan jebolnya tanggul Kali Yasa pada Minggu malam.
Kendati mengalami hujan ekstrem pada akhir pekan kemarin, secara umum suhu udara di wilayah Cilacap dan sekitarnya meningkat dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan Oktober 2025, suhu udara di Cilacap berkisar antara 25–32 derajat Celsius, namun masih dalam kategori normal.
“Peningkatan suhu udara ini dipengaruhi oleh gerak semu matahari yang pada Oktober telah bergeser ke selatan Khatulistiwa," kata Teguh.
Teguh mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor karena hujan lebat masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan.
Dampak Banjir Cilacap Hari Ini 13 Oktober: Jumlah Rumah & Pengungsi
Banjir Cilacap pada Senin pekan ini melanda 15 kelurahan di wilayah perkotaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, mencatat sebanyak 307 warga mengungsi setelah banjir melanda hingga laporan terakhir pada Senin.
Ratusan pengungsi itu masing-masing berasal dari Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara. Tiga kecamatan tersebut terdampak genangan banjir dengan ketinggian air antara 20-50 sentimeter.
"Warga yang mengungsi tersebar di empat lokasi, yakni Masjid Al-Mubarok, Masjid Al-Manar, Masjid Abu Bakar Sidiq, dan Balai RT Semangka Jaya. Sebagian besar terdiri atas perempuan, anak-anak, dan balita," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cilacap Budi Setyawan, dikutip dari ANTARA, Senin.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan. Berdasarkan laporan terkini, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat banjir. Sedangkan sejauh ini, banjir setidaknya berdampak ke 65.094 rumah serta mengganggu aktivitas warga di sejumlah sekolah dan tempat ibadah.
"Upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi family kit, logistik makanan, perlengkapan kebersihan, serta alat berat untuk memperbaiki tanggul," katanya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir susulan serta segera melapor ke posko siaga jika terjadi peningkatan debit air di wilayah masing-masing," tambah Budi.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id


































