tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya potensi musim hujan 2025/2026 akan lebih panjang di sejumlah daerah. Sampai bulan apa?
Melansir laman resmi BMKG, awal musim hujan di Indonesia untuk musim 2025/2026 tidak dimulai secara bersamaan.
Sebanyak 47,6 persen zona musim (ZOM) di Indonesia memasuki musim hujan pada September 2025. Sementara itu, secara bertahap ke arah timur, musim hujan akan terjadi mulai Oktober hingga November 2025.
Dalam prediksinya, BMKG menyebut bahwa durasi musim hujan 2025/2026 akan terjadi lebih panjang daripada biasanya.
Berapa Lama Durasi Musim Hujan 2025/2026 & Kapan Puncaknya?
Berdasarkan buku Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia (2025) yang dirilis BMKG, durasi musim hujan tahun ini bervariasi, bergantung pada wilayahnya.
Beberapa wilayah diprediksi akan mengalami musim hujan cepat, yakni sekitar 4-9 dan 10-24 dasarian. Namun, mayoritas wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan yang panjang, yakni berkisar antara 12 dasarian hingga lebih dari 22 dasarian.
Dasarian merupakan satuan waktu yang digunakan BMKG untuk memprediksi lama cuaca. Satu dasarian berarti 10 hari.
Untuk wilayah Sumatra, durasi musim hujan diprediksi mencapai lebih dari 12 dasarian, atau lebih dari tiga bulan.
Wilayah Jawa diprediksi akan mengalami musim hujan lebih lama, yakni sekitar 19 hingga 27 dasarian, atau 6-9 bulan.
Sementara untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, durasi musim hujan diprediksi lebih cepat, yakni 10-24 dasarian atau 3-8 bulan.
Wilayah Kalimantan diprediksi memiliki lama waktu musim hujan yang panjang, yakni lebih dari 24 dasarian (8 bulan).
Untuk wilayah Sulawesi, durasi musim hujan bervariasi dari 4-9 dasarian (1-3 bulan) hingga lebih dari 24 dasarian (8 bulan).
Sedangkan, untuk wilayah Maluku dan Papua, durasi musim hujan diprediksi akan bervariasi bergantung pada tempatnya. Rentang durasi untuk kawasan ini mencapai 13-30 dasarian (3-10 bulan).
BMKG juga mencatat terdapat sebagian kecil wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami musim hujan sepanjang tahun, atau setidaknya lebih dari 33 dasarian (11 bulan).
Berdasarkan data tersebut, BMKG menjelaskan bahwa musim hujan yang lebih panjang dari biasanya diprediksi terjadi untuk wilayah sebagai berikut:
- Sebagian Aceh
- Sebagian Riau
- Sebagian Jambi
- Sebagian besar Sumatera Selatan
- Bangka Belitung
- Sebagian Lampung
- Sebagian besar Jawa
- Sebagian Bali hingga Nusa Tenggara
- Sebagian Kalimantan
- Sebagian Sulawesi
- sebagian Maluku
- Papua Barat bagian utara
- Papua bagian tengah
- Papua Pegunungan
- Sebagian Papua Selatan
Akan tetapi, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia (46,4 persen ZOM) mengalami musim hujan yang lebih panjang, namun terdapat pula sebagian wilayah yang mengalami musim hujan sebagaimana biasanya (8,0 persen ZOM) dan bahkan lebih pendek (15,7 persen ZOM).
Untuk puncak musim hujan, BMKG memprediksi Indonesia bagian barat akan mengalaminya pada sekira bulan November hingga Desember 2025.
Untuk wilayah Indonesia bagian selatan dan timur, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi sekira bulan Januari hingga Februari 2026 mendatang.
Dalam rekomendasinya, BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk waspada terhadap potensi dampak puncak musim hujan 2025/2026.
Potensi dampak tersebut berupa kerusakan tanaman pertanian dan perkebunan, kekeringan meteorologi, dan DBD di DKI Jakarta.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id





























