tirto.id - Update status Gunung Merapi hari ini, Senin, 13 Oktober 2025 berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih dalam status Level III atau Siaga. Terjadi 32 kali gempa Guguran dan 16 kali gempa Hybrid.
Kondisi aktivitas terkini Gunung Merapi menunjukkan beberapa kali terjadi gempa guguran dan gempa Hybrid. Selain itu, terjadi 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dan 1 kali gempa Tektonik Jauh.
Berdasarkan pengamatan MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selama periode pukul 00.00-06.00 WIB hari Senin, 13 Oktober 2025, secara total terdapat 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Situasi Gunung Merapi Hari Ini 2025
Sesuai laporan MAGMA Indonesia terkait kondisi Gunung Merapi selama periode hari Senin, 13 Oktober 2025 pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi terlihat jelas.
Selain itu, asap kawah dikabarkan dalam kondisi nihil berdasarkan pengamatan visual. Cuaca juga disebutkan berawan dan angin tenang ke arah barat.
Kemudian sebanyak 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 1800 meter.
Secara klimatologi, cuaca Gunung Merapi hari ini berawan dan angin tenang ke arah barat. Suhu udara adalah sekitar 17.2°C dengan kelembaban 93% dan tekanan udara 872.3 mmHg.
Berbicara mengenai pengamatan kegempaan, aktivitas Gunung Merapi hari ini adalah 32 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-30 mm.
Selanjutnya adalah 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-25 mm. Belum lagi 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14 mm serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm.
Adapun rekomendasi yang diberikan di antaranya adalah potensi bahaya saat berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.
Daftarnya adalah sungai Boyong sejauh maksimal 5 km. Lalu Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Lantas Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Lontaran material vulkanik Gunung Merapi hari ini andai saja terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Catatan lain aktivitas Gunung Merapi hari ini adalah suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu terjadi awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Berikut adalah daftar lengkap hasil pengamatan kegempaan Gunung Merapi hari ini selama periode pukul 00.00-06.00 WIB hari Senin, 13 Oktober 2025 berdasarkan laporan MAGMA Indonesia:
- 32 kali gempa Guguran dengan amplitudo 1-30 mm dan lama gempa 29.88-149.41 detik.
- 16 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-25 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 11.93-37.13 detik.
- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14 mm, dan lama gempa 13.96 detik.
- 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 68.58 detik.
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





































