tirto.id - Hingga hari ini Rabu, 8 Oktober 2025, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mempertahankan status Gunung Merapi berada di level III atau siaga.
Berdasarkan pengamatan visual selama periode pukul 00.00 - 06.00 WIB hari ini (8/10), Gunung Merapi terlihat jelas.
Kemudian, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 20 meter dari puncak. Seturut laporan MAGMA Indonesia, cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah dengan angin berhembus tenang ke arah barat.
Update Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini Rabu, 8 Oktober 2025
Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025 mengalami 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-9 mm. Lama gempa diperkirakan mencapai 39.03-181.64 detik.
Aktivitas Gunung Merapi lainnya berupa 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-21 mm dan S-P 0.3-0.8 detik. Adapaun lama gempa teramati 13.69-51.55 detik.
Kemudian, terjadi 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6 mm, dan lama gempa 21.14 detik. Sementara itu, cuaca dalam situasi cerah dengan angin tenang ke arah barat. Suhu udara Gunung Merapi hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 06.00-12.00 WIB sekitar 15.2-19.5°C.
Kelembaban Gunung Merapi 93.2-93.5% dengan tekanan udara 875.6-919.8 mmHg. Magma Indonesia juga melaporkan teramati adanya 4 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1,8 km.
Berikut hasil pengamatan kegempaan terhadap Gunung Merapi hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025:
- 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-9 mm
- 24 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 1-21 mm dan S-P 0.3-0.8 detik.
- 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 6 mm.
Daftar Imbauan Warga dan Rekomendasi
Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.
Akibat aktivitas tersebut, potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.
Berikut merupakan daftar imbauan warga dan rekomendasi terkait status Gunung Merapi hari ini, Rabu, 8 Oktober 2025, seperti dirilis laman MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi:
- Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
- Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
- Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































