Menuju konten utama

Bolehkah Salat Subuh Tanpa Baca Doa Qunut dan Apakah Sah?

Apakah boleh tidak membaca doa qunut saat salat subuh? Apakah salatnya sah? Dan apa bacaan pengganti qunut jika tidak hapal?

Bolehkah Salat Subuh Tanpa Baca Doa Qunut dan Apakah Sah?
Ilustrasi masjid. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebagian kalangan umat Islam melafalkan doa qunut saat salat subuh, tepatnya setelah ruku. Namun, ada sebagian kalangan muslim yang salat tanpa qunut. Apakah salat subuh tanpa qunut tetap sah? Bagaimana jika tidak hafal doa qunut dan sebaiknya membaca apa?

Kalangan umat Islam yang menjalankan doa qunut saat salat subuh meyakini bahwa itu merupakan amalan yang disunahkan. Dikutip dari artikel Syaifullah di laman NU Online Jatim, Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar mengatakan (yang artinya):

“Qunut salat subuh disunahkan berdasarkan hadis shahih dari Anas bahwa Rasulullah saw. selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadis riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba'in. Ia mengatakan, hadis itu shahih.”

Lalu, bagaimana hukum salat subuh tanpa membaca doa qunut? Apakah salatnya tetap sah? Simak penjelasannya berikut ini.

Bolehkah Subuh Tanpa Qunut & Apakah Salatnya Sah?

Buya Yahya dalam penjelasannya di kanal YouTube Al-Bahjah TV (13/10/2020) menyebut bahwa dalam mazhab Syafi'i, doa qunut hukumnya sunah saat salat subuh.

Hal berbeda berlaku pada mazhab Hanafi. Namun, perbedaan di antaranya sebaiknya tidak disikapi sebagai pertentangan yang buruk.

Jadi, bagi muslim-muslimah yang menganut mazhab Syafi'i, dianjurkan untuk membaca doa qunut saat salat subuh untuk mengejar keutamaannya. Kemudian, bagi yang menganut mazhab lain yang tidak menganjurkan doa qunut subuh, tidak apa-apa untuk tidak dibaca.

Di sisi lain, Imam An-Nawawi berpendapat, qunut subuh hukumnya sunah muakkadah. Artinya, meninggalkannya tidak membatalkan salat, tapi dianjurkan untuk sujud sahwi, baik ditinggalkan secara sengaja maupun tidak.

Bacaan Apa saat Iktidal Jika Tidak Hapal Doa Qunut?

Doa qunut subuh dibaca setelah ruku atau tepatnya ketika iktidal. Untuk mengamalkannya, setiap muslim-muslimah perlu untuk menghafal bacaan doa qunut.

Namun, Buya Yahya menjelaskan bahwa bacaan doa qunut bagi yang tidak hafal dapat diganti redaksinya dengan bacaan doa lain. Misalnya, doa sapu jagat atau doa kebaikan dunia akhirat yang berbunyi “rabbana atina”.

Jadi, setelah membaca lafal iktidal “sami'allahu liman hamidah … rabbana lakal hamdu dst.”, dilanjutkan dengan mengangkat tangan dan membaca doa sapu jagat atau doa sejenis lainnya. Dengan catatan, redaksi doa itu berisi doa atau pujian dan ini berlaku bagi yang tidak hafal doa qunut.

Ilusrasi Salat.

Ilusrasi Salat.di Rumah. foto/istockphoto

Bahkan, hal ini juga berlaku bagi imam yang menganut mazhab Syafi'i dan ingin doa qunut, tapi tidak hafal menyeluruh. Sang imam bisa membaca doa lainnya dengan mengejar keutamaan kesunahan membaca doa qunut.

Berikut ini bacaan doa sapu jagat atau doa kebaikan dunia akhirat atau penggalan surat Al-Baqarah ayat 201:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ …

… rabbanâ âtinâ fid-dun-yâ ḫasanataw wa fil-âkhirati ḫasanataw wa qinâ ‘adzâban-nâr

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Bacaan Doa Qunut Salat Subuh Arab, Lain, & Terjemahan

Doa qunut terdapat dua versi, yakni untuk dibaca saat salat sendirian (munfarid) dan dibaca saat salat berjamaah. Melansir artikel Muhammad Zainul Millah di laman NU Online, dalam membaca doa qunut, imam dianjurkan untuk membaca doa dengan lantang.

Sementara itu, makmum membaca “aamiin” dari awal qunut. Namun, ketika sampai di redaksi “fainnaka taqdhi”, makmum membaca puji-pujian sendiri secara lirih bersamaan bacaan imam yang keras.

Ilustrasi Salat Berjamaah

Ilustrasi Salat Berjamaah. foto/istockphoto

Bacaan doa qunut ketika sendiri berbunyi “allahummahdini”, sementara jika salat berjamaah, redaksi bacaannya diubah menjadi “allahummahdina” dan seterusnya yang berarti berdoa untuk orang banyak.

Berikut ini bacaan doa qunut saat salat sendiri:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

(Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.)

Artinya:

“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan aku dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertobat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Sementara itu, berikut ini bacaan doa qunut saat salat berjamaah:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ, وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ

فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ

وَصَلَّى اللّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد النَّبِيٍِ الْأُمِّي وَعَلَى آلِه وصَحْبِه وسَلَّمَ

(Allaahummahdinaa fiiman hadait, wa ‘aafinaa fiiman ‘aafait, watawallanaa fiiman tawallait, wabaariklana fiimaa a'thoit, waqinaa syarramaa qadhait.

Fainnaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik. Wainahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man ‘aadait. Tabaarakta rabbanaa wata'aalait. Falakalhamdu ‘alaa maa qadhait. Nastaghfiruka wa atuubu ilaik.

Washallallahu ‘ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii washahbihii wasallam.)

Artinya:

“Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan kesehatan sebagaimana orang-orang yang Engkau lindungi kesehatan. Sayangilah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau sayangi. Berikanlah berkah terhadap apa-apa yang telah Engkau berikan kepada kami. Jauhkanlah kami dari kejelekan apa yang Engkau telah takdirkan.

Sesungguhnya Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada orang yang memberikan putusan kepada-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Rabb kami Yang Maha Luhur. Bagi Engkau segala pujian atas apa yang telah Engkau putuskan. Kami memohon ampunan kepada-Mu, dan kami bertobat kepada-Mu.

Shalawat dan salam Allah semoga terlimpah atas junjungan kita, Nabi Muhammad yang ummi, juga untuk keluarga dan para sahabatnya."

Pembaca dapat mengakses artikel sejenis mengenai doa qunut melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Doa Qunut

Baca juga artikel terkait SALAT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Iswara N Raditya