Menuju konten utama

Update Status Gunung Merapi Hari Ini: Zona Bahaya & Guguran Lava

Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava hingga 1,8 km, Senin (6/10). Simak update status Gunung Merapi hari ini menurut BPPTKG.

Update Status Gunung Merapi Hari Ini: Zona Bahaya & Guguran Lava
Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1,8 km pada hari ini, Senin (6/10). Simak update status Gunung Merapi hari ini, termasuk zona bahaya dan potensi guguran lava.

Melansir laporan MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM hari ini (6/10) periode 00.00-06.00 WIB, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Sementara itu, cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah hingga berawan, angin tenang ke arah barat. Kendati begitu, sejumlah wilayah di sekitar Merapi masuk dalam zona bahaya dan berpotensi terjadi guguran awan panas hingga jarak maksimum 7 km.

Update Gunung Merapi Hari Ini, Senin, 6 Oktober 2025

Hingga hari ini (6/10/2025), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih mempertahankan status Gunung Merapi berada di level III atau siaga. Status siaga diberikan pada gunung api yang mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.

Pada gunung berapi yang berada di level III atau siaga, hasil pengamatan visual dan instrumental biasanya memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.

Berdasarkan pengamatan MAGMA Indonesia, terjadi 3 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. Kemudian, pengamatan kegempaan yang terjadi di Gunung Merapi tercatat adanya 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-19 mm. Adapun lama gempa ialah 60.01-145.35 detik.

Selain itu, teramati pula 22 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-21 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 16.45-38.67 detik.

Setelah mengamati aktivitas Gunung Merapi hari ini (6/10), BPPTKG menetapkan beberapa wilayah sebagai zona berbahaya yang berpotensi terdampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi. Berikut daftar wilayahnya:

  • Sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
  • Sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km
  • Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak apabila terjadi letusan eksplosif.
Sementara itu, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Berdasarkan hasil foto udara pada 25 September 2025 yang diterbitkan BPPTKG, volume kubah lava barat daya Merapi mencapai 4.179.900 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

Rekomendasi BPPTKG bagi Masyarakat Sekitar Gunung Merapi Jogja

Setelah menelaah hasil pengamatan MAGMA Indonesia, Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.

Akibat aktivitas tersebut, potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.

Pada level III atau siaga, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.

Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPPTKG:

  1. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  2. Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Info lebih lanjut tentang status gunung api dapat disimak melalui tautan di bawah ini:

Artikel tentang Gunung Merapi

Baca juga artikel terkait GUNUNG MELETUS atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo