tirto.id - Erupsi gunung Krasheninnikov, Rusia tercatat pertama kali pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 16.50 GMT atau 23.50 WIB setelah 600 tahun tidur. Erupsi tersebut terjadi beberapa hari setelah gempa bumi Rusia magnitudo 8,8 pada Rabu (30/7/2025).
Gambar-gambar yang dirilis oleh media pemerintah Rusia memperlihatkan gumpalan abu vulkanik yang menjulang tinggi, menyembur dari puncak Gunung Krasheninnikov.
Peneliti dari Kamchatka Volcanic Eruption Response menyebut bahwa Krasheninnikov Volcano atau erupsi Gunung Krasheninnikov diduga berkaitan dengan gempa Rusia magnitudo 8,8 beberapa waktu lalu yang memicu peringatan tsunami, termasuk di Indonesia. Ini merupakan erupsi pertama dalam 600 tahun.
"Ini adalah letusan pertama gunung berapi Krasheninnikov yang terkonfirmasi secara historis dalam 600 tahun," ujar Olga Girina, kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka, mengutip laporan ABC News, pada Senin (4/8/2025).
Info Erupsi Gunung Krasheninnikov
Gunung Krasheninnikov merupakan kompleks gunung berapi kerucut yang saling tumpang tindih di pesisir timur Semenanjung Kamchatka, Rusia. Secara geografis, gunung Krasheninnikov terletak di Cagar Alam Kronotsky, tepatnya di sebelah selatan Danau Kronotskoye.
Gunung Krasheninnikov memiliki ketinggian lebih dari 1,1 mil atau 1.856 kaki, menurut laporan CNN. Saat erupsi terjadi, beberapa staf di cagar alam sedang melakukan perjalanan penelitian di gunung berapi tersebut. Para staf kemudian segera dievakuasi ke tempat aman.
Berdasarkan video yang beredar, gunung tersebut menyemburkan gumpalan abu yang membumbung diperkirakan setinggi 6,6 kilometer ke langit. Letusan dimulai sekitar pukul 6 pagi waktu setempat.
Menurut laporan Kementerian Darurat Kamchatka, semburan abu mengarah ke timur menuju Samudra Pasifik. Sementara itu, tidak ada daerah berpenduduk yang berada di sekitar gunung Krasheninnikov sehingga tidak terdampak langsung. Selain itu, tidak ada kota yang berada dalam jangkauan sebaran abu vulkanik.
Erupsi gunung Krasheninnikov terkonfirmasi oleh Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka sebagai aktivitas ledakan sedang dan dapat berlanjut.
Erupsi tersebut telah diberi kode penerbangan oranye oleh otoritas setempat. Hal ini menunjukkan penerbangan yang melintas di wilayah tersebut berpotensi terganggu akibat keberadaan abu vulkanik di atmosfer, yang berpotensi merusak mesin pesawat
Menurut data dari Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution, kali terakhir gunung ini tercatat aktif adalah pada tahun 1550. Artinya, erupsi kali ini sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi sebab gunung telah lama tidur.
Pada akhir Juli, gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang Kamchatka, Rusia. Empisentrum gempa berada di sekitar 130 kilometer tenggara Petropavlovsk-Kamchatsky, di lepas pantai Kamchatka, mengarah ke Samudra Pasifik. Gempa tersebut tercatat sebagai yang terkuat sejak 1952 dan memicu peringatan tsunami di berbagai negara.
Gempa bumi Rusia dengan kekuatan magnitudo 8,8 menempati posisi keenam sebagai gempa terparah dalam sejarah. Catatan yang sama seperti gempa bumi tahun 2010 di Biobío, Chili, dan Gempa bumi 1906 di Esmeraldas, Ekuador, menurut laporan Survei Geologi AS.
Baik gempa Rusia atau erupsi gunung Krasheninnikov terletak di semenanjung Kamchatka. Kamchatka berada di kawasan yang disebut Pacific Ring of Fire, sebuah sabuk berbentuk tapal kuda yang mengelilingi Samudera Pasifik.
Wilayah yang termasuk dalam Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik dikenal sebagai zona yang sering terjadi gempa bumi dan aktivitas vulkanik akibat pergerakan tektonik yang intens.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id





































