Menuju konten utama

Kimpul Itu Apa dalam Bahasa Jawa, Khasiat, & Sama dengan Talas?

Kimpul merupakan salah satu tanaman pangan. Ketahui apa saja kegunaannya untuk konsumsi dan perbedaannya dengan talas.

Kimpul Itu Apa dalam Bahasa Jawa, Khasiat, & Sama dengan Talas?
Ilustrasi makanan. FOTO/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kimpul itu apa? Kata “kimpul” kini banyak dibicarakan di media sosial. Apa itu kimpul dalam bahasa Jawa dan apakah sama dengan talas? Simak penjelasannya di artikel ini.

Kimpul memiliki nama latin Xanthosoma sagittifolium dan tergolong sebagai tanaman umbi-umbian dengan batang pendek. Ujungnya terdapat beberapa daun besar dengan tangkai daun yang panjang dan tegak.

Melansir situs Useful Tropical Plants, tinggi tanaman kimpul bisa mencapai 1,3–2,5 meter. Tanaman pangan pokok ini sangat penting di daerah tropis, bahkan dianggap terpenting kedua setelah talas dan eddo (Colocasia esculentum).

Tak hanya di Indonesia dan wilayah Asia tropis lainnya, kimpul juga banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Karibia, serta Afrika Barat. Pasalnya, tumbuhan ini umbinya bisa dimakan.

Pada umumnya, tanaman kimpul tumbuh paling baik di tanah subur yang kaya akan bahan organik. Tanaman ini tidak menyukai tanah liat yang berat. Selain itu, kimpul lebih menyukai pH dalam kisaran 5,5–7.

Lalu, apa saja khasiat dan kegunaan tanaman kimpul sebagai bahan pangan? Apakah kimpul sama dengan talas?

Kegunaan Kimpul sebagai Bahan Pangan

Kimpul termasuk dalam genus Xanthosoma dan merupakan makanan penting bagi sebagian penduduk dunia karena menjadi sumber karbohidrat. Dilansir dari artikel ilmiah berjudul "Proximate, Mineral and Antinutrient Contents of Cocoyam (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) from Ethiopia" karya Eyasu Wada, Tileye Feyissa, dan Kassahun Tesfaye (2019), talas memiliki nilai gizi yang unggul dibandingkan tanaman umbi-umbian utama.

Tanaman ini bergizi, terutama dalam hal daya cerna protein dan komposisi mineral. Tak heran jika di banyak daerah tropis, kimpul berperan penting dalam kehidupan banyak orang, khususnya bagi petani kecil.

Umbi kimpul bisa direbus, dipanggang, direbus sebagian, atau digoreng dengan minyak sebelum dikonsumsi. Alternatif lain, yakni umbinya dikupas, dikeringkan, dan digiling menjadi tepung untuk kemudian dijadikan makanan bersama bahan lainnya.

Kemudian, melansir laman Useful Tropical Plants, tanaman ini kaya akan karbohidrat, kalsium, zat besi, dan fosfor. Bagian lain tanaman kimpul juga bisa dimakan, yakni daun mudanya bisa direbus dan dimasak sebagaimana pada sayur bayam.

Namun, semua bagian tanaman ini mengandung kristal kalsium oksalat. Zat ini beracun jika masih segar dan, jika dimakan, akan membuat mulut, lidah, dan tenggorokan seperti ditusuk ratusan jarum kecil.

Kendati demikian, kalsium oksalat mudah dipecah, baik dengan memasak tanaman secara menyeluruh maupun dengan mengeringkannya sepenuhnya. Dengan begitu, tanaman ini aman untuk dimakan.

Adapun Kementerian Pertanian (Kementan) RI sendiri sudah memperkenalkan kimpul sebagai alternatif pangan pengganti beras sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan.

“Kimpul sendiri komoditas penghasil karbohidrat nonberas dari golongan umbi-umbian, selain ubi kayu dan ubi jalar. Kimpul punya potensi sebagai pengganti nasi, kata Inna Dwi Hidayah dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementan, dikutip dari Antara (19/8/2022).

Apakah Kimpul Sama dengan Talas?

Kimpul berbeda dengan talas meski termasuk dalam keluarga talas-talasan (Araceae). Kimpul telah melampaui talas dalam hal kandungan proksimat dan mineral.

Tanaman kimpul memang sering keliru dianggap sebagai talas karena mirip dalam penampilan dan manfaatnya sebagai bahan pangan. Talas atau Colocasia esculenta adalah umbi-umbian yang di Indonesia biasa diolah untuk menjadi makanan pokok, camilan, kue, hingga kerupuk.

Jika dimasak, talas mengandung 645 air, 35% karbohidrat serta protein dan lemak. Tak hanya itu, talas juga mengandung kalori dan kaya vitamin B6, vitamin E, mangan, fosfor, dan kalium.

Sementara itu, daun talas mentah mengandung 86% air, 7% karbohidrat, 5% protein, dan 1% lemak. Daun talas sendiri kaya nutrisi, mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah besar, terutama vitamin K.

Pembaca bisa mengakses artikel mengenai tanaman pangan melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Tanaman Pangan

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo