tirto.id - Survei Geologi AS memperbarui pengukuran gempa bumi Rusia menjadi magnitude 8,8 dari 8,7 magnitudo pada Rabu, 30 Juli 2025. Simak update gempa Rusia terbaru termasuk laporan kerusakan dan jumlah korban.
Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 terjadi pada kedalaman 20,7 kilometer (13 mil). Gempa ini menyebabkan gelombang tsunami kecil di Jepang dan Alaska, serta memicu peringatan untuk Hawaii, Amerika Utara dan Tengah, dan kepulauan Pasifik di selatan menuju Selandia Baru.
Masyarakat yang berada di pesisir dihimbau mengungsi ke dataran tinggi. Sementara itu, potensi bahaya diperkirakan dapat berlangsung lebih dari satu hari.
Update Gempa Rusia Terbaru
Gempa bumi Rusia dengan kekuatan Magnitudo 8,8 menempati posisi keenam sebagai gempa terparah dalam sejarah. Catatan yang sama seperti gempa bumi tahun 2010 di Biobío, Chili, dan Gempa bumi 1906 di Esmeraldas, Ekuador, menurut laporan Survei Geologi AS.
Gempa bumi Rusia berpotensi tsunami di beberapa wilayah. Tercatat, gelombang dengan ketinggian kurang dari satu kaki (di bawah 30 sentimeter) di atas permukaan air pasang terpantau di Amchitka dan Adak di Alaska.
Menurut lapor penyiar publik Jepang NHK, tsunami setinggi 30 cm tiba di pesisir utara prefektur Hokkaido Jepang sebelum pukul 10.40 waktu setempat (02.40 BST). Gelombang setinggi 40 cm juga telah teramati di Tokachi, Hokkaido.
Kemudian, berdasarkan laporan Badan Meteorologi Jepang yang dimuat dalam laman resmi KSBW, tsunami setinggi 50 sentimeter (1,6 kaki) terdeteksi di pelabuhan Ishinomaki di Jepang utara.
Pengukuran tersebut merupakan tertinggi sejauh ini di antara beberapa lokasi di sekitar Jepang utara. Gelombang yang lebih tinggi diperkirakan masih akan berdatangan.
Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang telah mengeluarkan imbauan evakuasi pada 900.000 orang yang berada di sepanjang garis pantai Jepang, yang membentang dari Hokkaido hingga Okinawa.
Menurut laporan KSBW pada Rabu (30/7/2025) pukul 13.00 WIB, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa di wilayah episentrum gempa di Semenanjung Kamchatka. Tetapi terdapat kerusakan di sebuah taman kana-kanak.
Meski demikian, tsunami dengan ketinggian gelombang 3-4 meter tercatat di beberapa bagian Semenanjung Kamchatka, Rusia.
Akibat gempa tersebut, Badan Meteorologi Pusat Taiwan juga telah memperingatkan bahwa pantai selatan pulau itu dapat mengalami gelombang setinggi 30 cm hingga 1 meter (0,9 hingga 3,2 kaki) sekitar pukul 13.30 waktu setempat (05:30 GMT).
Secara geografis, Taiwan terletak di barat daya Jepang, dekat dengan Okinawa dan pulau-pulau terpencil lainnya.
Kemudian, pada Rabu (30/7/2025) pukul 05:05 GMT, pihak berwenang di wilayah Sakhalin, Rusia timur jauh, telah menyatakan keadaan darurat di Kepulauan Kuril utara, tempat gelombang tsunami merusak bangunan.
"Keadaan darurat telah dinyatakan di Distrik Kuril Utara, tempat gempa bumi dan tsunami terjadi hari ini," kata pemerintah Sakhalin, mengutip laporan Aljazeera pada Rabu (30/5/2025).
Selain Rusia, negara yang juga diperkirakan akan terhantam tsunami adalah Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Indonesia, Ekuador, Kosta Rika, dan beberapa negara di Kepulauan Pasifik.
Berdasarkan laporan terbaru Aljazeera, Badan Meteorologi Jepang pada Rabu (30/7/2025) pukul 14.00 WIB memperingatkan siklus gelombang tsunami berlangsung sekitar satu jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda surut.
Badan Meteorologi Jepang mencatat pesisir Pasifik negara itu telah dilanda empat hingga lima putaran gelombang tsunami. Atas dasar tersebut, Badan Meteorologi Jepang memperingatkan beberapa hal berikut kepada penduduk:
- Tidak ada tanda-tanda gelombang tsunami surut.
- Ketinggian gelombang terus bertambah, dari 20 cm (0,6 kaki) hari ini menjadi 1,3 meter (4,2 kaki) di timur laut negara itu.
- Setiap siklus gelombang dapat berlangsung sekitar satu jam, tetapi gelombang dapat berlanjut untuk waktu yang lama.
- Ada juga kemungkinan gelombang besar yang tak terduga.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































