Menuju konten utama

Status Gunung Merapi Hari Ini: Aktivitas & Update Terkini BPPTKG

Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava hingga 2 km ke arah Kali Krasak, Jumat (3/10). Simak status Merapi terbaru menurut BPPTKG.

Status Gunung Merapi Hari Ini: Aktivitas & Update Terkini BPPTKG
Ilustrasi Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aktivitas Gunung Merapi hari ini, Jumat, 3 Oktober 2025, mengeluarkan guguran lava dengan jarak luncur maksimum 2 km ke arah Kali Krasak. Pembaca dapat mengetahui status terbaru Gunung Merapi dan update terkini dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Hingga hari ini (3/10/2025), BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi berada di level III atau siaga. Status siaga diberikan pada gunung api yang mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.

Sementara itu, cuaca di sekitar Gunung Merapi periode 00.00-06.00 WIB tampak berawan hingga mendung, dengan angin berhembus tenang ke arah barat.

Status Gunung Merapi Hari Ini, Jumat, 3 Oktober 2025

Seturut laporan MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, pengamatan visual Gunung Merapi tampak asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 125 meter dari puncak.

Kemudian, teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2000 meter. Berdasarkan pengamatan kegempaan, telah terjadi 16 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-15 mm.

Selain itu, terjadi 25 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 mm, S-P 0.4-0.7 detik dan lama gempa 12.2-50.26 detik. Gempa tektonik jauh juga tercatat 1 kali pada aktivitas Gunung Merapi dengan lama gempa 46.41 detik.

Mengacu laporan pengamatan visual aktivitas Gunung Merapi yang diterbitkan BPPTKG periode 19-25 September 2025, terdapat perubahan morfologi pada kubah lava barat daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk kubah tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.

Berdasarkan hasil foto udara pada 25 September 2025, volume kubah lava barat daya Merapi mencapai 4.179.900 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.368.800 meter kubik.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi bagi Masyarakat Sekitar Gunung Merapi Jogja

Setelah menelaah hasil pengamatan MAGMA Indonesia, Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.

Akibat aktivitas tersebut, potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.

Pada level III atau siaga, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.

Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh MAGMA Indonesia:

  1. Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  2. Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Info lebih lanjut tentang status gunung api dapat disimak melalui tautan di bawah ini:

Artikel tentang Gunung Merapi

Baca juga artikel terkait GUNUNG MELETUS atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo