Menuju konten utama

Trump Ancam Negara yang Jual Minyak ke Kuba dengan Tarif Impor

Negara mana pun yang menjual atau memasok minyak ke negara Kuba akan dikenai kebijakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump Ancam Negara yang Jual Minyak ke Kuba dengan Tarif Impor
Ilustrasi Bendera Kuba. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengancam negara yang menjual dan memasok minyak ke Kuba dengan tarif impor. Kebijakan ini dinilai dapat memperparah krisis energi Kuba.

Melansir NBC News, Perintah eksekutif itu telah ditandatangani Trump pada Kamis (29/1/2026). Kepada wartawan, Trump menyebut keputusan itu akan membuat Kuba sulit bertahan.

"Ini adalah sesuatu yang [membuat Kuba] tidak akan mampu bertahan," kata Trump.

Menukil Al Jazeera, perintah eksekutif itu dibuat setelah AS menggolongkan Kuba sebagai "ancaman yang tidak biasa dan luar biasa" terhadap keamanan nasional AS.

"Rezim tersebut bersekutu dengan — dan memberikan dukungan kepada — sejumlah negara musuh, kelompok teroris transnasional, dan aktor jahat yang merugikan Amerika Serikat," tulis dokumen perintah eksekutif itu.

Kuba Tuduh AS Lakukan Pemerasan ke Negara Lain

Merespons kebijakan Trump tersebut, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menyebut ancaman tarif sebagai "pemerasan dan paksaan" ke negara lain untuk ikut memblokade ekonomi Kuba.

"Kami mengecam di hadapan dunia tindakan agresi brutal ini terhadap Kuba dan rakyatnya, yang selama lebih dari 65 tahun telah menjadi sasaran blokade ekonomi terlama dan terkejam yang pernah dikenakan pada seluruh bangsa," kata Rodríguez.

Bruno Rodríguez juga mengkritik perintah eksekutif terkait ancaman tarif impor itu sebagai bukti bahwa AS yang selama ini jadi faktor pemicu ketidakstabilan politik global.

"Setiap hari membawa bukti baru bahwa satu-satunya ancaman terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan—dan satu-satunya pengaruh jahat—adalah apa yang dilakukan oleh AS," katanya.

Keputusan terbaru Trump terkait Kuba ini diprediksi akan memperparah krisis energi negara itu karena embargo berkepanjangan AS. Sebelum ancaman tarif impor, operasi penculikan Nicolás Maduro di Venezuela telah menghantam ekonomi Kuba.

Kuba selama ini bergantung pada Venezuela dan Meksiko sebagai salah satu negara pemasok minyak terbesar di sana. Dengan diculiknya Presiden Venezuela, pasokan minyak Venezuela ke Kuba dihentikan.

Pekan ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menyatakan bahwa pemerintahannya telah menghentikan sementara pengiriman minyak ke Kuba.

Hal itu diumumkan Sheinbaum di tengah desakan AS untuk menyetop pasokan minyak ke Havana. Meskipun, dalam pengumuman itu, Sheinbaum menyatakan bahwa penghentian pasokan tidak dibuat di bawah tekanan Washington.

Menurut The Financial Times, Meksiko sejauh ini menjadi pengekspor utama minyak ke Kuba dengan 44 persen dari total impor negara tersebut. Sedangkan, Venezuela merupakan pemasok utama kedua dengan 33 persen dari total impor pada Desember 2025 lalu.

Baca juga artikel terkait ANCAMAN INVASI TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar