tirto.id - Persiapan skripsi sering kali memakan banyak biaya sehingga mahasiswa harus pandai-pandai berhemat. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah membeli printer all in one agar tugas akhir bisa diselesaikan lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.
Dalam dunia perkuliahan, skripsi ibarat tantangan terakhir yang harus dihadapi oleh mahasiswa. Tak sekadar menyusun penelitian dan menulis laporan, mahasiswa juga akan menghadapi berbagai kesulitan yang menguras tenaga dan pikiran.
Salah satunya adalah soal biaya yang tidak sedikit. Pengeluaran sering muncul dari print draft berkali-kali karena revisi, fotokopi atau jilid sementara, hingga cetak final hardcover.
Tak hanya itu, mahasiswa terkadang juga perlu membeli buku referensi tambahan atau mengakses jurnal berbayar. Jika penelitian dilakukan secara offline, biaya transportasi untuk bimbingan, survei lapangan, atau menemui responden turut menambah pengeluaran.
Tanpa perencanaan yang baik, total biaya skripsi bisa terasa cukup berat, terutama bagi mereka yang kondisi keuangannya pas-pasan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengetahui beberapa tips berhemat agar pengerjaan tugas akhir tidak terlalu menguras kantong.
10 Tips Berhemat yang Dapat Dilakukan saat Skripsian

Skripsi kadang jadi beban finansial tersendiri karena memang ada banyak aspek yang membuat tugas akhir ini terasa begitu berat dalam hal biaya. Untuk menyiasatinya, berikut beberapa tips berhemat saat skripsian:
1. Format Digital untuk Bimbingan
Salah satu hal yang cukup menguras biaya dalam mengerjakan skripsi adalah revisi yang mengharuskan print dokumen berkali-kali. Jika memungkinkan, usahakan melakukan bimbingan dalam format digital, seperti mengirim file PDF atau Word melalui email atau platform yang disepakati dosen.Sebagian dosen ada yang lebih menyukai bimbingan secara online atau menggunakan file digital, tapi tak bisa dipungkiri jika memang masih banyak juga dosen yang lebih memilih mengoreksi dokumen versi cetak.
Jadi, tak ada salahnya jika dari awal kita sebagai mahasiswa bertanya apakah dosen pembimbing berkenan dengan bimbingan skripsi format digital. Dengan cara ini, kita tidak perlu mencetak draft setiap kali ada revisi sehingga lebih hemat waktu dan biaya.
2. Strategi Penghematan Kertas
Jika memang harus mencetak, ada beberapa strategi hemat kertas yang bisa dilakukan. Pertama, untuk draft skripsi bimbingan pakailah kertas yang lebih murah seperti kertas yang lebih tipis (misalnya 70 gram) atau merek kertas dengan harga terjangkau.Kedua, bisa gunakan kertas bekas. Misalnya, kertas bekas dokumen laporan atau semacamnya yang satu sisi halamannya masih kosong dan layak digunakan.
Ketiga, bisa juga print draft skripsi secara bolak-balik sehingga 1 kertas berisi 2 halaman. Metode ini tentunya akan sangat menghemat penggunaan kertas.
Namun, kita sebelumnya tetap harus minta izin dulu pada dosen pembimbing apakah diperbolehkan menggunakan draft skripsi dengan kertas bekas atau menggunakan metode duplex printing (bolak-balik).
3. Maksimalkan Perpustakaan dan Literatur Online
Daripada membeli banyak buku referensi, manfaatkan buku-buku di perpustakaan kampus semaksimal mungkin. Ini bisa sangat membantu dalam mencari teori dan penelitian terdahulu tanpa perlu biaya tambahan.Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan literatur online seperti jurnal-jurnal ilmiah atau e-book yang bisa diakses secara legal dan gratis. Dengan pencarian referensi yang tepat, kebutuhan teori dan data sekunder tetap terpenuhi tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli buku tambahan.
4. Pakai Survei Online
Jika penelitian menggunakan survei atau kuesioner, pertimbangkan menggunakan survei online seperti Google Form. Cara ini jauh lebih hemat dibandingkan mencetak ratusan lembar kuesioner.Selain mengurangi biaya kertas dan fotokopi, hasil survei juga otomatis tersimpan dalam bentuk data digital sehingga lebih mudah diolah. Survei online juga memungkinkan jangkauan responden yang lebih luas tanpa biaya transportasi.
Kita cukup membagikan tautan melalui media sosial atau grup tertentu yang relevan dengan penelitian sehingga sangat menghemat waktu dan biaya.
5. Pilih Print Fotokopi Saat Masih Bimbingan
Selama bimbingan, dan apabila draft skripsi memang harus dicetak, kita bisa pilih percetakan print fotokopi yang biasanya lebih murah. Namun, kekurangan dari print fotokopi biasanya tidak bisa cetak warna.Jadi, beberapa poin penting dalam skripsi (misalnya foto, diagram, atau semacamnya) akan tercetak hitam-putih saja. Oleh karena itu, sebelum mencetak draft untuk bimbingan, ada baiknya meminta izin atau konfirmasi ke pihak dosen terlebih dulu terkait hal ini.

6. Manfaatkan Wi-Fi Gratis
Kebutuhan internet saat skripsian cukup besar, mulai dari mencari jurnal, mengunduh referensi, hingga mengirim revisi ke dosen pembimbing jika bimbingan skripsi dilakukan secara online.Agar tidak boros kuota, manfaatkan Wi-Fi gratis di kampus, perpustakaan, atau ruang publik yang aman dan nyaman. Dengan begitu, pengeluaran untuk paket data bisa ditekan setiap bulan.
7. Atur Jadwal agar Efisien dan Hemat Biaya Transportasi
Jangan bolak-balik ke kampus atau perpustakaan hanya untuk satu urusan kecil, khususnya bagi mahasiswa yang memerlukan transportasi untuk pergi ke kampus.Cobalah mengatur jadwal agar beberapa keperluan bisa diselesaikan dalam satu kali jalan, misalnya bimbingan, mencari referensi, dan bertemu responden penelitian sekaligus. Strategi ini cukup efektif untuk menghemat ongkos bensin, ojek online, atau transportasi umum.
8. Magang dan Penelitian Skripsi Sekaligus
Sebelum menginjak tahap skripsi, mahasiswa umumnya akan menjalani magang atau praktik kerja secara langsung di tempat-tempat yang memang relevan dengan program studinya.Jika memungkinkan, kita sudah bisa memikirkan topik skripsi yang berkaitan dengan tempat magang. Dengan begitu, kita bisa langsung mengumpulkan data penelitian sekaligus menjalankan kewajiban magang.
Cara ini akan sangat membantu dalam menghemat biaya transportasi dan waktu karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk akses data maupun observasi di lokasi lain untuk skripsi di kemudian hari.
Selain itu, karena data penelitian sudah didapatkan di waktu magang, proses pengerjaan skripsi juga berpotensi bisa lebih cepat selesai.
9. Pelajari Topik dan Cara Menyusun Skripsi yang Benar
Tips yang satu ini mungkin terlihat remeh, tapi justru sangat penting. Salah satu penyebab biaya membengkak adalah revisi yang terlalu sering, baik karena kesalahan teknis atau kurang memahami topik yang diangkat dalam skripsi.Faktanya, tak sedikit mahasiswa yang harus revisi karena hal-hal yang sering dianggap sepele, mulai dari format tulisan tidak sesuai standar skripsi, salah dalam hal kebahasaan atau ejaan yang tidak sesuai, latar belakang bertele-tele, hingga metodologi penelitian yang tidak tepat.
Oleh karena itu, mahasiswa diwajibkan benar-benar mendalami topik penelitian serta menguasai teknis pembuatan skripsi. Dengan mempelajari panduan penulisan skripsi sejak awal, kita bisa meminimalkan kesalahan dan menghindari revisi berkali-kali.
10. Beli Printer Sendiri
Revisi dan cetak ulang draft bimbingan mungkin tak bisa dihindari. Jika memang sering mencetak revisi atau dokumen pendukung, membeli printer sendiri bisa jadi solusi yang lebih praktis, apalagi jika membeli printer all in one.Pengeluaran memang terasa berat di awal, tapi dalam jangka panjang, biaya cetak per lembar biasanya jadi lebih murah dibandingkan print di luar, terutama jika skripsi kita membutuhkan banyak revisi.
Selain hemat, kita juga lebih fleksibel mencetak kapan saja tanpa harus keluar rumah atau mengantre di tempat percetakan.
Mengapa Mahasiswa Akhir Direkomendasikan Memiliki Printer?

Memasuki semester akhir, kebutuhan cetak mahasiswa biasanya meningkat drastis. Mulai dari proposal, revisi skripsi, lampiran penelitian, hingga dokumen administrasi sidang, semuanya membutuhkan dokumen fisik dalam jumlah tidak sedikit.
Di tahap ini, memiliki printer sendiri bisa jadi investasi yang membantu efisiensi waktu dan pengeluaran. Berikut beberapa alasan mengapa mahasiswa akhir direkomendasikan memiliki printer:
1. Lebih Hemat dalam Jangka Panjang
Selama proses skripsi, revisi bisa terjadi berkali-kali. Jika setiap revisi harus dicetak di luar atau tempat fotokopi, biaya per lembar akan terus terakumulasi. Dengan printer sendiri, biaya cetak bisa ditekan seminimal mungkin sehingga lebih murah, bahkan bisa tetap berguna setelah mahasiswa lulus kuliah.2. Fleksibel Mencetak Kapan Saja
Memiliki printer sendiri berarti bebas mencetak dokumen kapan saja, bahkan saat tengah malam. Ini akan sangat membantu ketika kita dikejar deadline atau harus segera menjalani bimbingan skripsi dalam waktu dekat.3. Menghemat Waktu dan Tenaga
Bolak-balik ke tempat fotokopi membutuhkan waktu dan biaya transportasi. Apalagi jika jaraknya cukup jauh dari kost atau tempat tinggal. Dengan adanya printer, kita bisa langsung mencetak dokumen tanpa harus keluar rumah atau mengantre giliran print sehingga waktu bisa dialihkan untuk hal lain yang lebih penting.4. Memudahkan Scan dan Fotokopi Dokumen
Jika menggunakan printer all in one, kita tidak hanya bisa mencetak, tapi juga memindai dan menyalin dokumen. Fitur ini sangat berguna bagi skripsi mahasiswa, misalnya untuk memindai data berupa foto dokumentasi dan mengubahnya jadi format digital untuk lampiran penelitian.5. Membantu Persiapan Sidang Lebih Tenang
Menjelang sidang skripsi, biasanya ada banyak dokumen yang perlu dicetak dalam waktu singkat, termasuk naskah skripsi final. Memiliki printer sendiri membuat persiapan terasa lebih tenang karena kita tidak perlu khawatir antre di tempat print atau kehabisan waktu sebelum jadwal sidang.Tips Memilih Printer yang Cocok dengan Budget Mahasiswa Akhir

Memilih printer yang tepat bisa jadi keputusan cerdas bagi mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Karena kebutuhan cetak yang tinggi, pilihlah printer yang tepat fungsi dan hemat biaya operasional. Berikut beberapa tips memilih printer yang cocok dengan budget mahasiswa akhir:
1. Prioritaskan Printer All In One
Printer all in one merupakan printer multifungsi yang dapat digunakan untuk mencetak, memindai (scan), dan menyalin (fotokopi) dokumen. Bagi mahasiswa, terutama saat mengerjakan skripsi, printer jenis ini lebih praktis dan efisien karena mendukung berbagai kebutuhan.Kita bisa mencetak naskah, memindai dokumen yang diperlukan, atau memfotokopi buku referensi yang dipinjam dari perpustakaan. Memiliki fungsi lengkap dalam satu perangkat akan menghemat waktu dan ongkos bolak-balik ke tukang fotokopi, terutama saat menghadapi deadline mendesak.
2. Pertimbangkan Printer Ink Tank
Printer ink tank (infus resmi dari pabrik) menggunakan sistem tangki tinta yang bisa diisi ulang, jadi tidak menggunakan cartridge. Biaya cetak per lembar dengan printer ini biasanya lebih murah dan cocok untuk kebutuhan print dalam jumlah banyak seperti skripsi.Meskipun harga beli unitnya cenderung lebih tinggi di awal, satu botol tinta ink tank bisa mencetak jauh lebih banyak dibanding printer cartridge. Perawatan dan isi ulang ink tank juga relatif lebih mudah. Semenntara proses isi ulang tinta cartridge biasanya lebih rumit.
3. Cek Konektivitasnya
Kemudahan konektivitas dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa secara signifikan, terutama jika sering mengerjakan skripsi menggunakan perangkat yang berbeda.Printer dengan fitur Wi-Fi atau wireless memungkinkan kita mencetak draf langsung dari smartphone atau laptop tanpa perlu repot mencolokkan kabel setiap saat.
Namun, jika tempat atau meja belajar cukup terbatas serta ingin berhemat lebih banyak, printer dengan koneksi kabel USB standar sudah cukup memadai asalkan kompatibel dengan sistem operasi laptop yang digunakan.
4. Perhatikan Kecepatan dan Kualitas Cetak
Pastikan printer yang dipilih memiliki kecepatan cetak (pages per minute) yang mumpuni agar tidak membuang waktu saat mencetak dokumen, terutama dalam jumlah banyak. Selain kecepatan, perhatikan juga kualitas cetakannya.Hasil cetakan harus tajam dan tidak blur agar mudah dibaca oleh dosen pembimbing maupun penguji saat sidang. Kita tidak memerlukan printer foto resolusi tinggi yang mahal, tapi fokuslah pada printer yang konsisten menghasilkan teks yang bersih dan rapi untuk standar dokumen akademik.
5. Pertimbangkan Printer Bekas/Second
Tak bisa dipungkiri bahwa harga printer all in one mungkin cukup mahal bagi mahasiswa tingkat akhir. Jika anggaran sangat terbatas, membeli printer all in one bekas bisa jadi solusi cerdas, asalkan kita tetap teliti saat melakukan pengecekan kualitas unit.Jika memungkinkan, pilihlah printer bekas pemakaian pribadi yang jarang digunakan daripada bekas rental atau kantor. Pastikan untuk melakukan tes cetak sebelum membeli untuk menjamin kualitas hasil cetaknya.
Membeli unit bekas dari merek ternama juga sangat dianjurkan karena ketersediaan suku cadang dan tempat servis yang banyak jika sewaktu-waktu terjadi kendala teknis.
6. Sesuaikan dengan Budget dan Kebutuhan
Poin terpenting adalah menyelaraskan antara kemampuan finansial dengan intensitas kebutuhan cetak. Jangan memaksakan membeli printer fitur tercanggih jika anggaran terbatas, tapi jangan pula membeli yang terlalu murah yang justru bisa membebani biaya perawatan di kemudian hari.Sebisa mungkin hitunglah estimasi total pengeluaran (harga unit dan tinta) hingga masa skripsi selesai agar mendapatkan perangkat yang paling efisien. Akan lebih baik lagi jika jauh sebelum masa skripsi tiba, mahasiswa sudah menabung terlebih dahulu untuk membeli unit printer all in one.
Demikian beberapa tips berhemat untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, pentingnya printer all in one, serta cara memilih printer yang baik. Dengan perencanaan yang matang dan pemilihan perangkat yang tepat, pengeluaran selama proses persiapan skripsi bisa lebih terkendali sehingga tidak mengganggu keuangan secara keseluruhan.
Butuh printer atau perangkat lain untuk mendukung kebutuhan kuliahmu sehari-hari? Temukan rekomendasi produk pilihan hingga tips-tips bermanfaat melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id





































