Menuju konten utama

Tarif LRT Velodrome-Manggarai Rp5.000, Dievaluasi usai 2 Bulan

Pemprov DKI menetapkan tarif LRT Velodrome-Manggarai Rp8 saat uji coba, lalu Rp5.000 selama 1-2 bulan setelah resmi beroperasi.

Tarif LRT Velodrome-Manggarai Rp5.000, Dievaluasi usai 2 Bulan
LRT Jakarta Velodrome–Manggarai. tirto.id/Huda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan tarif Rp8 untuk Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta rute Velodrome-Manggarai selama masa uji coba menjelang peresmian. Pernyataan itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026). Tarif tersebut akan berubah menjadi Rp5.000 flat begitu layanan resmi dioperasikan.

Pramono mengatakan penetapan tarif Rp8 selama masa uji coba merupakan bagian dari sosialisasi sekaligus masa persiapan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang belum rampung, terutama fasilitas penunjang di area bawah lintasan LRT.

"Berkaitan dengan Velodrome, kemarin kami sudah rapat dan sudah saya putuskan. Sampai dengan hari H peresmian, maka kita akan menerapkan tarif 8 perak rupiah. Sekaligus ini dalam rangka sosialisasi dan juga dalam rangka untuk persiapan penyelesaian hal-hal yang belum selesai," kata Pramono kepada wartawan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pramono menjelaskan, begitu LRT rute Velodrome-Manggarai resmi diluncurkan, tarif akan disesuaikan menjadi Rp5.000 flat dan berlaku selama 1-2 bulan pertama pascaperesmian. Setelah masa itu, Pemprov DKI akan mengevaluasi besaran tarif yang dinilai paling tepat dengan mempertimbangkan daya terima masyarakat sekaligus beban subsidi yang ditanggung Pemprov DKI.

"Selain itu, begitu nanti sudah diresmikan, maka akan diterapkan tarif 5.000 flat selama 1-2 bulan. Setelah itu kami akan melakukan evaluasi. Bagaimana dan angka berapa yang tepat yang kemudian bisa diterima oleh publik dengan baik, dan juga tentunya bagi LRT agar subsidinya tidak terlalu berlebihan dari Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan skema tarif tersebut sudah final dan Pemprov DKI akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pramono juga menargetkan penerapan tarif Rp8 selama masa sosialisasi mampu mendorong lebih dari 40.000 pelanggan baru setiap harinya, yakni warga yang selama ini belum pernah menggunakan LRT Jakarta lintasan Kelapa Gading-Manggarai.

"Jadi itu sudah menjadi keputusan, kami akan segera melakukan sosialisasi terhadap itu. Dan saya meyakini di tahap-tahap awal kemarin kami sudah melakukan perhitungan, dari animo publik yang luar biasa," kata Pramono.

Dengan skema bertahap ini, Pemprov DKI berharap masa uji coba dengan tarif Rp8 dapat memperkenalkan lintasan Velodrome-Manggarai kepada warga yang selama ini belum menggunakan LRT Jakarta, sekaligus memberi waktu bagi Pemprov DKI untuk menuntaskan fasilitas penunjang sebelum layanan resmi beroperasi dengan tarif normal.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Hendra Friana