tirto.id - Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan bilateral dalam sesi jamuan santap siang di sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) tersebut merupakan pertemuan kedua bagi kedua pemimpin sepanjang tahun ini, dengan penekanan pada penguatan kemitraan strategis, teknologi digital, hingga energi nuklir.
Dalam sambutan pembukanya, Presiden Putin mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali bertemu langsung dengan Presiden Prabowo dan menegaskan eratnya hubungan kedua negara.
"Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini," ujar Putin sebagaimana disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Putin menilai intensitas komunikasi antarpemimpin menjadi cerminan nyata dari kedalaman kemitraan bilateral kedua negara di berbagai sektor strategis.
"Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifatnya strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia," tutur Putin.
Prioritas Kerja Sama Nuklir dan Teknologi
Lebih lanjut, Putin menyoroti sejumlah sektor prioritas yang tengah dikembangkan bersama melalui komisi bilateral, mulai dari ketahanan pangan, industri maritim, teknologi mutakhir, hingga energi terbarukan dan nuklir.
"Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," ungkap Putin.
Selain itu, pemimpin Rusia tersebut mengapresiasi kehadiran delegasi Indonesia sebagai tamu kehormatan utama dalam EEF.
Putin memaparkan bahwa kemitraan ekonomi kedua negara terus bertumbuh positif, ditandai dengan kenaikan volume perdagangan bilateral sebesar 12 persen pada tahun lalu serta penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.
Ia juga memuji peran Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Asia Tenggara dan forum multilateral seperti PBB.
Komitmen Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Merespons sambutan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas keramahan dan kehangatan yang diberikan pemerintah Rusia di Vladivostok.
"Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat atas dua momentum penting bagi Rusia yang berlangsung beberapa bulan sebelumnya.
"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026, juga atas penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada tanggal 18 Juni 2026," kata Prabowo.
Prabowo secara terbuka menyampaikan permohonan maaf karena sebelumnya berhalangan hadir langsung pada agenda penting tersebut akibat agenda mendesak di tanah air, sekaligus menegaskan komitmen kehadirannya di Vladivostok saat ini.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan. Tetapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," tuturnya.
Fokus pada Konektivitas Maritim Kawasan Pasifik
Terkait hubungan bilateral, Prabowo menekankan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia memiliki akar sejarah yang kuat selama lebih dari setengah abad.
Peningkatan status hubungan menjadi kemitraan strategis pada tahun lalu dinilai menjadi pijakan penting untuk memperluas kolaborasi nyata.
"Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari lima dasawarsa, lebih. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu," papar Prabowo.
Prabowo juga menggarisbawahi besarnya potensi pelaksanaan Forum Ekonomi Timur ke-11 dalam memperkuat konektivitas kawasan, khususnya kerja sama maritim bagi sesama negara di lingkar Pasifik.
"Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita. Kita berdua adalah negara Pasifik, dan bagi kami sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong perluasan kerja sama di berbagai bidang demi kemakmuran bersama kedua bangsa.
"Di bidang ekonomi perdagangan kita meningkat, kita juga kerja sama dalam berbagai bidang juga sangat mengalami kemajuan, dan kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini," pungkas Prabowo.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































