Menuju konten utama

Tanda Bansos Kesra Rp900 Ribu Sudah Bisa Dicairkan

Simak pengecekkan status pencairan BLT Kesra 2025 melalui sejumlah metode. Ketahui kapan pencairan BLT Kesra 2025 akan dilakukan.

Tanda Bansos Kesra Rp900 Ribu Sudah Bisa Dicairkan
Petugas memotret warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/3/2023). Sebanyak 63.960 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Medan, menerima dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 yang meliputi BLT Sembako dan BLT PKH. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/aww.

tirto.id - Pemerintah mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) secara bertahap mulai Oktober 2025. Masyarakat yang termasuk sebagai penerima bantuan sosial (bansos) ini bisa melakukan pengecekan melalui sejumlah cara untuk mengetahui apakah dana sudah cair atau belum.

Kelurga penerima manfaat (KPM) yang berhak atas BLT Kesra nantinya akan mendapatkan bantuan sejumlah Rp300 ribu per bulan periode Oktober-Desember 2025. Pencairan bansos tersebut dilakukan 3 bulan sekaligus, sehingga total per penerima mendapatkan Rp900 ribu.

Sementara itu, pencairan BLT Kesra 2025 dilakukan dengan 2 cara. Pertama melalui bank-bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, serta BSI) untuk 18,3 KPM. Sisanya sejumlah 17,2 KPM akan mencairkan dana melalui PT Pos Indonesia.

Dalam bansos ini, pemerintah mengeluarkan anggaran Rp30 triliun yang sumbernya berasal dari APBN 2025. BLT Kesra menyasar 35 juta KPM desil 1-4 dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan rincian 14,1 juta merupakan penerima baru dan 20,9 KPM menerima bantuan penebalan. Lantas bagaimana cara mengecek apakah bantuan ini sudah cair atau belum?

Tanda Bansos Kesra Rp900 Ribu Sudah Bisa Dicairkan

Pengecekan status BLT Kesra sudah cair atau belum bisa dilakukan dengan sejumlah metode, utamanya dengan aplikasi atau laman Cek Bansos. Tanda status pencairan bansos bisa diketahui melalui aplikasi atau laman tersebut.

Namun sebelum mencairkan, KPM perlu memastikan apakah termasuk yang menerima bantuan ini melalui bank Himbara atau Kantor Pos.

Bagi penerima bantuan menggunakan bank Himbara, perlu juga memastikan apakah rekening masih aktif atau tidak. Sebab, beberapa rekening dibekukan lantaran diduga digunakan untuk aktivitas ilegal seperti perjudian daring (judol).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan bagi masyarakat yang rekeningnya sudah tidak aktif bisa melakukan reaktivasi. Caranya, bisa dilakukan dengan mendatangi kelurahan, RT/RW, Dinas Sosial setempat, maupun aplikasi daring seperti Cek Bansos dan SIK-NG milik Kemensos.

“Pada prinsipnya kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memang membutuhkan bantuan pemerintah lewat mekanisme reaktivasi,” kata Mensos Saifullah Yusuf pada Senin (20/10/2025) dikutip dari ANTARA.

Sementara itu, bagi KPM yang dananya dicairkan melalui Kantor Pos bisa bersabar terlebih dahulu. Sebab, saat ini kementerian masih melakukan validasi data yang ditargetkan selesai paling lambat pada Senin (27/10/2025). Setelahnya, dana akan dicairkan oleh PT Pos Indonesia secara bertahap.

“Yang pasti ini akan disalurkan secepatnya bantuan tunai untuk Oktober-November-Desember itu. Setelah datanya tuntas dan diterima PT Pos, mereka akan mulai melakukan pemanggilan terlebih dahulu sebelum penyaluran,” kata Saifullah dalam kesempatan lain pada Kamis (23/10/2025) dikutip dari ANTARA.

PT Pos Indonesia menjelaskan bahwa pencairan di luar bank Himbara akan dilakukan melalui 3 metode. Pencairan PT Pos Indonesia tersebut di antaranya DENGAN pembayaran langsung dan diambil oleh penerima manfaat di kantor pos, penyaluran di titik komunitas seperti kantor desa atau kelurahan, serta pengantaran langsung ke rumah bagi penerima lansia atau yang sedang sakit.

“Kami juga melakukan pendataan berupa foto rumah, foto keluarga penerima manfaat, dan geotagging. Itu untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” kata Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris dikutip dari ANTARA, Jumat (23/10/2025).

Masyarakat yang sudah terdata di DTSEN dan berhak menerima BLT Kesra, bisa melakukan pengecekan status pencairan dana. Berikut ini sejumlah cara yang bisa digunakan:

Aplikasi Cek Bansos

  • Unduh "aplikasi Cek Bansos" melalui Play Store atau App Store.
  • Buka aplikasi, kemudian pilih menu “Cek Bansos” pada halaman utama.
  • Isi data wilayah domisili secara lengkap, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa.
  • Masukkan nama lengkap sesuai yang tercantum di KTP.
  • Selesaikan verifikasi keamanan (captcha) atau soal matematika sederhana.
  • Tekan tombol “Cari Data” untuk menampilkan hasil pencarian.
  • Setelahnya, masyarakat bisa mengetahui status penerimaan dana bansos.

Situs Cek Bansos Kemensos

  • Buka situs resmi di https://cekbansos.kemensos.go.id
  • Isi data wilayah tempat tinggal termasuk Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan
  • Kemudian isi nama lengkap sesuai KTP.
  • Masukkan kode captcha yang muncul di layar, kemudian klik tombol “Cari Data”.
  • Setelah itu, sistem akan menampilkan hasil pencarian yang berisi informasi status kepesertaan bantuan sosial.
*Melalui Cek Bansos, sistem akan menampilkan hasil pencarian penerima bansos BLT Kemensos 2025. Terdapat pula jenis bantuan dan tanda status pencairan.

Selain cara di atas, masyarakat bisa mengecek status pencairan secara manual melalui rekening masing-masing. Cara ini bisa digunakan bagi KPM yang menerima dana melalui bank Himbara. Berikut caranya:

Aplikasi Mobile Banking

  • Unduh dan buka aplikasi BNI Mobile Banking.
  • Login dengan User ID dan MPIN.
  • Pilih menu Informasi Rekening - Cek Saldo.

Melalui ATM

  • Kunjungi mesin ATM terdekat yang berfungsi dengan baik.
  • Masukkan kartu KKS ke slot mesin dengan posisi yang benar.
  • Ketik enam digit PIN dengan hati-hati agar data tetap aman.
  • Pilih menu “Informasi Rekening” di layar utama.
  • Tekan opsi “Cek Saldo” untuk menampilkan jumlah dana terkini.

Baca juga artikel terkait BANSOS atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora