tirto.id - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi (11/6/2026) menguat 3 poin menjadi Rp17.941 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.944 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah menguat 114 poin atau 0,63 persen jadi Rp17.944 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.058 per dolar AS.
Rangkuman Nilai Tukar Rupiah Juni 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pada awal Juni, misalnya pada perdagangan 3 Juni 2026. Mata uang Indonesia terkoreksi mendekati Rp18.000 per dolar AS seiring tren penurunan beberapa pekan terakhir.
Berdasar data Bloomberg pada pukul 14.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.955 per dolar AS. Angka tersebut menunjukkan pelemahan dibanding posisi pembukaan perdagangan hari ini yang berada di level Rp17.896 per dolar AS.
Jika merujuk penutupan perdagangan sebelumnya, 2 Juni 2026, rupiah tercatat turun 116 poin atau melemah sekitar 0,65 persen terhadap dolar AS. Pergerakan tersebut memperlihatkan tekanan kuat terhadap mata uang domestik di tengah berbagai sentimen global dan tingginya kebutuhan dolar AS di dalam negeri.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah dunia jadi salah satu faktor utama yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik ke level 94,58 dolar AS per barel. Sementara itu, harga Brent crude oil mencapai 96,72 dolar AS per barel. Kenaikan harga minyak ini memicu penguatan dolar AS secara signifikan di pasar global.
Ibrahim mengatakan kondisi tersebut juga turut dipengaruhi oleh belum adanya perkembangan berarti dalam pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran. Ketidakpastian memicu rasa khawatir terhadap pasokan energi global sehingga harga minyak masih bertahan di level tinggi.
Menurut Ibrahim, tingginya harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik global. Dampaknya, tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk AS, berisiko bertahan lebih lama dari perkiraan.
Situasi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve masih bakal menahan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang. Suku bunga tinggi AS umumnya membuat aset berbasis dolar jadi lebih menarik bagi investor global. Akibatnya, arus modal cenderung mengalir ke AS dan memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Dari sisi domestik, Ibrahim menilai kenaikan harga minyak dunia juga mengerek kebutuhan dolar AS di Indonesia. Pasokan dolar dipakai untuk membiayai impor minyak mentah, menjaga cadangan devisa, hingga memenuhi kewajiban jatuh tempo pembayaran utang luar negeri.
Di samping itu, meningkatnya minat masyarakat menabung valuta asing turut menekan rupiah. Peralihan dana dari tabungan rupiah ke tabungan valas bikin permintaan dolar AS meningkat di pasar domestik.
Berikut nilai tukar rupiah Juni 2026:
| Tanggal | Kurs (Rp) |
|---|---|
| 10 Juni 2026 | 17.971 |
| 9 Juni 2026 | 18.141 |
| 8 Juni 2026 | 18.171 |
| 5 Juni 2026 | 18.039 |
| 4 Juni 2026 | 18.039 |
| 3 Juni 2026 | 17.931 |
| 2 Juni 2026 | 17.863 |
Tabel 1 Dolar AS ke Rupiah Mei 2026
Data Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) terbitan Bank Indonesia menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah sepanjang bulan Mei.
Berikut data kurs 1 dolar AS terhadap rupiah sejak awal Mei 2026:
| Tanggal | Kurs (Rp) |
|---|---|
| 30 Mei 2026 | - |
| 29 Mei 2026 | 17.883 |
| 26 Mei 2026 | 17.789 |
| 25 Mei 2026 | 17.743 |
| 22 Mei 2026 | 17.717 |
| 21 Mei 2026 | 17.673 |
| 20 Mei 2026 | 17.685 |
| 19 Mei 2026 | 17.719 |
| 18 Mei 2026 | 17.666 |
| 13 Mei 2026 | 17.496 |
| 12 Mei 2026 | 17.514 |
| 11 Mei 2026 | 17.415 |
| 8 Mei 2026 | 17.375 |
| 7 Mei 2026 | 17.362 |
| 6 Mei 2026 | 17.405 |
| 5 Mei 2026 | 17.425 |
| 4 Mei 2026 | 17.368 |
Sebagai catatan, data kurs harian dalam tabel di atas hanya tercatat pada hari kerja aktif perbankan. Bank Indonesia tidak merilis pembaruan nilai kurs pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu) dan pada hari libur nasional maupun cuti bersama, seperti Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus (14-15 Mei), Hari Raya Waisak (27-28 Mei), dan Hari Lahir Pancasila (1 Juni).
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





































