Menuju konten utama

Surat Utang ESG di RI Tumbuh Capai Rp65,77 Triliun

Komposisi penerbitan didominasi oleh green bond senilai Rp31 triliun, lalu diikuti social bond Rp18,5 triliun.

Surat Utang ESG di RI Tumbuh Capai Rp65,77 Triliun
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyampaikan pemaparan saat konferensi pers Respon Kebijakan OJK Mengantisipasi Volatilitas Perdagangan Saham di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (19/3/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan surat utang berprinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga 11 Juni 2025, total nilai emisinya mencapai Rp65,77 triliun, meliputi berbagai jenis instrumen berkelanjutan.

“Hingga 11 Juni 2025 telah terdapat penerbitan Surat utang berlandasan keberlanjutan, dengan total nilai emisi mencapai Rp65,77 triliun,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, di acara Environmental Social Governance (ESG) Award 2025 Kehati di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Inarno menjelaskan, komposisi penerbitan didominasi oleh green bond senilai Rp31 triliun, lalu diikuti social bond Rp18,5 triliun, serta sustainability bond sebesar Rp14,6 triliun.

“Dan yang terbaru penerbitan sustainability link bond senilai 1 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, penerbitan ini menjadi bukti nyata kontribusi investasi di Indonesia yang menunjukkan respons pasar yang adaptif terhadap ekonomi berkelanjutan.

Di sisi reksadana, hingga 11 Juli 2025 telah tercatat 38 produk reksadana berbasis ESG yang dikelola oleh 24 manajer investasi dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai Rp10,09 triliun.

Reksadana indeks menjadi kontributor terbesar dengan porsi 53,46%, didorong oleh kinerja Indeks SRI-KEHATI yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan.

OJK memberikan apresiasi kepada Yayasan Kehati, Bursa Efek Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berperan aktif dalam pengembangan instrumen investasi berkelanjutan ini.

“Berdasar data per Juni 2025 indeks saham ESG terus menunjukkan daya tarik yang kuat sebagai instrumen investasi yang mencerminkan prinsip keberlanjutan kondisi ini mencerminkan respons pasar yang adaptif terhadap kondisi ekonomi,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait ESG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra