tirto.id - Alwin Basri, suami mantan Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu alias Mbak Ita, pernah mengancam melakukan mutasi besar-besaran jika pegawai Bapenda tak memenuhi permintaannya.
"Iya, ada ancaman mutasi besar-besaran. Itu terjadi bulan Mei 2023," ucap pejabat Bapenda Kota Semarang, Binawan Febriarto, saat bersaksi di sidang Mbak Ita di Pengadilan Tipikor, Rabu (9/7/2025).
Binawan bilang, Alwin secara terang-terangan meminta jatah dari hasil pungli yang dinamai iuran kebersamaan seluruh pegawai PNS Bapenda. Iuran kebersamaan biasanya terkumpul sekitar Rp1 miliar tiap tiga bulan.
Binawan mengaku pernah dipanggil Alwin dan mendengar secara langsung ancaman itu.
"Ya intinya menyampaikan kalau macem-macem tak sikat, tak pindah," kata Binawan, menirukan perkataan Alwin, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Gatot Sarwadi.
Binawan dan sejumlah pegawai Bapenda pun takut, sehingga memilih menuruti permintaan Alwin dengan menyerahkan setoran secara rutin pakai uang iuran kebersamaan.
Uang yang disetor ke Alwin pada 2023 mencapai miliaran. Rinciannya, pada Juli 2023 menyerahkan Rp200 juta, September/Oktober 2023 juga Rp200 juta. Binawan sendiri yang menyerahkan setoran.
"Saat kami serahkan, Pak Alwin bilang terima kasih," ujarnya.
Pada September 2023, Binawan dipanggil Alwin. Alwin meminta tambahan nilai setoran. "Pak Alwin menghendaki permintaan Rp3 miliar untuk diserahkan sebelum akhir tahun," bebernya.
Dalam kesempatan itu, kata Binawan, Alwin menyampaikan butuh uang Rp3 miliar untuk kepentingan persiapan pencalonan Mbak Ita dalam Pemilihan Wali Kota Semarang (Pilwakot) 2024.
"Disampaikan katanya untuk kebutuhan politik, pencalonan Bu Ita," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut permintaan itu, pihaknya menambah nominal setoran ke Alwin. Pada Oktober 2023 ia menyetor Rp300 juta. Waktu itu Alwin meminta agar jangan lupa merealisasikan permintaan Rp3 miliar.
"Pak Alwin bilang terima kasih, sambil minta tetap dipenuhi sesuai permintaan," imbuh Binawan.
Pada November 2023, Binawan kembali setor Rp300 juta. Ia sudah mempersiapkan setoran untuk bulan berikutnya, tetapi waktu itu Alwin meminta ditunda dulu.
"Yang Desember sudah disiapkan, tapi tidak jadi diberikan karena beliau menyampaikan KPK sedang ada di Semarang," urai Binawan.
Selain setoran untuk Alwin, iuran kebersamaan pegawai Bapenda juga digunakan untuk menyetor ke Mbak Ita.
Masing-masing Rp300 juta pada Desember 2022, April 2023, Juli 2023, dan Oktober 2023.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































