tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Budi Gunawan, menjadi salah satu menteri Kabinet Merah Putih yang di-reshuffle Prabowo pada Senin (8/9/2025). Lalu siapa yang akan menggantikannya?
Pemberhentian Budi Gunawan selaku Menkopolkam ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025. Dalam Keppres tersebut, Budi Gunawan resmi dicopot per 8 September 2025.
Namun, meskipun pemberhentian itu mulai berlaku pada Senin, Istana belum mengumumkan nama yang akan mengisi kursi Menkopolkam sepeninggal Budi Gunawan.
Pada pelantikan menteri dan wakil menteri baru oleh Prabowo pada Senin juga tidak menyertakan pengganti Budi Gunawan selaku Menkopolkam. Dengan demikian, posisi Menkopolkam kini masih kosong.
Pemberhentian Budi Gunawan sendiri dilakukan bersamaan dengan perubahan sejumlah formasi Kabinet Merah Putih pada Senin.
Dicopotnya Budi Gunawan sebagai Menkopolkam sempat dikaitkan dengan gelombang protes masyarakat sipil pada akhir Agustus hingga awal September lalu.
Hal tersebut dikarenakan fungsi Menkopolkam yang turut membidangi koordinasi dan pengelolaan penanganan isu politik dan keamanan nasional.
Terlebih lagi, instansi kepolisian, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan TNI—yang belakangan disorot imbas gelombang protes menolak kekerasan aparat—juga berada di bawah koordinasi Menkopolkam.
Kekerasan aparat disorot publik terutama setelah peristiwa dilindasnya pengemudi ojek onlineAffan Kurniawan oleh mobil rantis satuan Brimob pada 28 Agustus lalu dan menyebabkan Affan meninggal dunia.
Pengganti Budi Gunawan sebagai Menkopolkam, Kapan Diumumkan?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan bahwa kini Prabowo belum menunjuk pengganti definitif Budi Gunawan selaku Menkopolkam.
Untuk sementara waktu, jelas Prasetyo, Prabowo memutuskan untuk mengisi kekosongan posisi Menkopolkam dengan pejabat ad interim atau pejabat sementara waktu.
"Berkenaan dengan posisi Menkopolkam, untu ksementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan, sehingga untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim," tutur Prasetyo pada Senin.
Meskipun begitu, Prasetyo menyatakan bahwa dirinya belum bisa memberi pernyataan tentang siapa pengganti Budi Gunawan, baik yang akan menjadi pejabat ad interim maupun pejabat definitif.
"Tunggu, nanti diumumkan," kata Mensesneg.
Seiring berembusnya kabar pemberhentian Budi Gunawan, nama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin ramai disebut bakal merangkap sebagai Menkopolkam ad interim.
Namun, ketika ditanya wartawan tentang peluang tersebut, Prasetyo menyebut dirinya tak bisa memberikan pernyataan apapun.
"Tunggu dulu ini kan belum ditandatangani. Kita enggak boleh menyampaikan," ujarnya.
Sementara itu, terkait alasan diberhentikannya Budi Gunawan dari kursi Menkopolkam, Prasetyo membantah bahwa hal ini berkaitan dengan gelombang unjuk rasa yang belakangan terjadi.
"Tidak ada kemudian karena suatu hal yang sangat spesifik," jelas Prasetyo.
Menurutnya, keputusan Prabowo untuk mencopot Budi Gunawan didasarkan atas evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut juga menjadi disebut Prasetyo jadi dasar dari keputusan Prabowo merombak sejumlah posisi menteri Kabinet Merah Putih pada Senin.
Pada Senin, Prabowo juga memberhentikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding. Selain Menkopolkam, masing-masing dari tiga menteri itu diganti dengan Purbaya Yudhi Sadewa, Ferry Juliantono, dan Mukhtaruddin.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































