Menuju konten utama

Sambil Ngopi, Netanyahu Bantah Rumor Kematiannya di Media Sosial

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah rumor kematiannya dengan mengunggah video saat minum kopi.

Sambil Ngopi, Netanyahu Bantah Rumor Kematiannya di Media Sosial
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Sumber: Twitter/@netanyahu)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunggah sebuah video yang memperlihatkan dirinya tengah menikmati secangkir kopi sambil berbincang santai dengan ajudannya pada Minggu. Video tersebut muncul setelah beredar rumor di media pemerintah Iran yang kemudian menyebar luas di ruang digital bahwa Netanyahu tewas atau mengalami luka-luka.

Dalam video yang beredar, seseorang yang diduga ajudannya menanyakan langsung soal kabar yang beredar tersebut.

Menanggapi hal itu, Netanyahu melontarkan permainan kata dari istilah “dead” atau mati yang dalam slang bahasa Ibrani juga bisa berarti “sangat menyukai” sesuatu.

“Saya tergila-gila pada kopi. Anda tahu apa? Saya juga tergila-gila pada rakyat saya,” ucap Netanyahu sembari meraih secangkir kopi, sebagaimana melansir dari Reuters, Senin (16/3/2026).

Reuters memverifikasi lokasi video tersebut melalui pencocokan dengan citra arsip kafe yang menunjukkan kesamaan interior. Sementara itu, tanggal pengambilan video dikonfirmasi melalui sejumlah unggahan foto dan video kunjungan Netanyahu yang dipublikasikan pihak kafe pada hari yang sama.

Sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu, Netanyahu tercatat telah mengunjungi sedikitnya dua kota yang terkena serangan rudal Iran, serta sebuah rumah sakit, pelabuhan, dan sejumlah pangkalan militer. Namun, akses media terhadap kegiatan tersebut sangat terbatas, dengan dokumentasi yang sebagian besar didistribusikan melalui kantornya.

Spekulasi mengenai kondisi Benjamin Netanyahu ini pertama kali mencuat setelah media Iran, termasuk Tasnim News Agency pada 10 Maret 2026, menerbitkan laporan yang menyebut ia kemungkinan tewas atau terluka akibat serangan balasan Iran.

Laporan tersebut tidak disertai bukti visual maupun konfirmasi resmi, namun cepat menyebar karena beberapa situasi yang dianggap “tidak biasa” oleh publik dan media internasional.

Salah satu pemicu utamanya adalah absennya Netanyahu dari penampilan publik selama beberapa hari dan tidak adanya pesan video rutin yang biasanya ia sampaikan kepada publik.

Selain itu, sejumlah pernyataan dari kantor perdana menteri hanya dirilis dalam bentuk teks tanpa foto atau video terbaru, sehingga menimbulkan kecurigaan di kalangan pengamat.

Spekulasi semakin berkembang ketika kunjungan utusan Amerika Serikat ke Israel dibatalkan secara mendadak tanpa penjelasan resmi, bersamaan dengan laporan mengenai peningkatan keamanan di sekitar kediaman perdana menteri.

Situasi perang juga mempercepat penyebaran rumor di media sosial, termasuk klaim bahwa Netanyahu melarikan diri ke luar negeri atau bahwa anggota keluarganya menjadi korban serangan.

Kombinasi antara laporan media yang belum diverifikasi, kurangnya klarifikasi langsung dari pihak Israel pada tahap awal, serta dinamika perang informasi antara Iran dan Israel membuat rumor tersebut cepat viral dan dipercaya sebagian orang sebelum fakta yang lebih jelas muncul.

Seperti diketahui, Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. AS menyebut operasi tersebut sebagai Operation Epic Fury, sedangkan Israel menamainya Operation Roaring Lion.

Baca juga artikel terkait BENYAMIN NETANYAHU atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana