Menuju konten utama

Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Iran Baru, Mojtaba Khamenei

Israel menyatakan bahwa tujuan serangannya terhadap Iran adalah untuk menghilangkan ancaman eksistensial dari program nuklir dan rudal balistik Teheran.

Netanyahu Ancam Bunuh Pemimpin Iran Baru, Mojtaba Khamenei
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. (Sumber: Twitter/@netanyahu)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan ancaman tersirat terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah perang udara yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Meski demikian, Netanyahu mengakui bahwa perang tersebut belum tentu berujung pada runtuhnya pemerintahan di Teheran.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak perang dimulai, Netanyahu menyatakan bahwa Iran “tidak lagi sama” setelah hampir dua pekan digempur serangan udara. Ia menilai Teheran telah menerima serangan besar terhadap pasukan elitnya, yakni Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi paramiliter Basij.

Netanyahu juga berjanji akan terus menyerang kelompok Hizbullah di Lebanon. Kelompok yang didukung Iran itu sebelumnya melancarkan serangan pada 2 Maret 2026 untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, atau ayah dari Mojtaba Khamenei.

“Saya tidak akan memberikan polis asuransi jiwa kepada para pemimpin organisasi teroris mana pun. Saya tidak berniat memberikan laporan yang tepat di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan,” kata Netanyahu melansir Reuters, Jum’at (13/3/2026).

Saat Netanyahu berbicara, sirene peringatan serangan rudal dari Iran terdengar di sebagian besar wilayah tengah Israel.

Israel menyatakan bahwa tujuan serangannya terhadap Iran adalah untuk menghilangkan apa yang mereka anggap sebagai ancaman eksistensial dari program nuklir dan rudal balistik Teheran. Israel juga menyebut ingin memicu runtuhnya pemerintahan dengan mendorong rakyat Iran untuk bangkit melawan penguasa mereka.

Meskipun banyak warga Iran menginginkan perubahan, bahkan sebagiannya merayakan kematian Ali Khamenei, hingga kini belum terlihat adanya aksi protes sejak perang dimulai.

Ketika ditanya apakah Israel mempersenjatai kelompok oposisi Iran dan apakah hal tersebut mungkin gagal mencapai keruntuhan pemerintah, dia menyebut bahwa bahkan jika pemerintah tak jatuh, maka pemerintah akan tetap lemah.

“Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami sedang menciptakan kondisi optimal untuk menjatuhkan rezim tersebut, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menjatuhkan rezim itu, sebuah rezim dijatuhkan dari dalam,” ujar Netanyahu.

“Tetapi kami tentu bisa membantu dan kami memang membantu,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK IRAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher