tirto.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan berhenti berperang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel jika kedua negara itu menyanggupi tiga syarat. Tanpa pemenuhan ketiga syarat tersebut, Iran akan terus melawan.
Ketiga syarat penghentian peperangan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan X miliknya pada Kamis (12/3/2026).
"Satu-satunya cara untuk menghentikan perang ini — yang dimulai rezim Zionis & AS — adalah dengan mengakui hak Iran, membayar biaya perbaikan, dan jaminan internasional yang tegas untuk mencegah agresi di masa depan," tulis Pezeshkian.
Dalam unggahannya itu, Pezeshkian juga menyebut bahwa ia telah menegaskan kepada pemimpin Rusia dan Pakistan "komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan" Teluk. Seturut Times of India, Pezeshkian dilaporkan terus berkontak dengan Rusia dan Pakistan dalam dua hari terakhir.
Ketiga syarat itu juga disebut jadi hal yang harus dipenuhi jika Washington ingin Teheran kembali memulai perundingan.
Sebelumnya, pada Rabu (11/3), Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa AS telah memenangkan pertempuran di Iran. Namun, seturut News Arena India, pengerahan pasukan militer akan tetap dilakukan hingga misi sepenuhnya rampung.
Akan tetapi, pernyataan Pezeshkian pada Kamis itu menyangkal pernyataan Trump dan mengisyaratkan konflik di kawasan Teluk masih akan terus berlangsung.
Perang Telah Menimbulkan Konflik di Kawasan Teluk
Pertempuran antara Iran dan AS-Israel telah menimbulkan konflik yang meluas di kawasan Teluk. Jalannya pertempuran yang telah memasuki hari ke-13 masih menyeret negara-negara Teluk jadi target serangan Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, sebuah kapal kontainer dekat Uni Emirat Arab mengalami kerusakan akibat terkena proyektil. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kapal kontainer tersebut dilaporkan mengalami kebakaran.
Selat Hormuz juga masih diliputi ketidakpastian. Tiga awak kapal asal Thailand dilaporkan masih terjebak di Hormuz setelah kapal yang mereka tumpangi tertabrak di jalur air.
Ketiadaan jaminan keamanan di Selat Hormuz juga terus memengaruhi harga minyak di pasar dunia. Harga minyak mentah Brent kini telah meningkat di atas USD100 per barel.
Sementara itu, negara-negara lain macam Bahrain dan Arab Saudi masih melaporkan adanya serangan Iran ke wilayah mereka. Bahrain belum lama ini melaporkan adanya upaya serangan ke tangki bahan bakar di Muharraq, sedang Saudi melaporkan adanya serangan drone yang tampak menargetkan ladang mnyak Shaybah.
Dewan Keamanan PBB yang berisikan 15 anggota baru saja mengadopsi resolusi untuk mengutuk serangan Iran ke negara-negara kawasan Teluk. Resolusi yang diadopsi pada Rabu itu juga berisi tuntutan DK PBB untuk menghentikan konflik dan peringatan atas ancaman penutupan Selat Hormuz.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























